Banjir Lahar Dingin, Petani Sekitar Gunung Agung Terpaksa Panen Dini

Kompas.com - 27/11/2017, 16:42 WIB
Petani sekitar Gunung Agung terpaksa panen dini. Mereka khawatir dengan terjangan banjir lahar dingin, Senin (27/11/2017). KOMPAS.com/Robinson GamarPetani sekitar Gunung Agung terpaksa panen dini. Mereka khawatir dengan terjangan banjir lahar dingin, Senin (27/11/2017).
|
EditorReni Susanti

KARANGASEM, KOMPAS.com - Banjir lahar dingin akibat erupsi Gunung Agung membuat sejumlah petani di sekitar gunung tersebut panen dini.

Seperti yang dilakukan petani di Desa Batusesa, Rendang, Karangasem, terutama di areal pesawahan yang berada di sekitar aliran Sungai Tukad Yes Sah. Mereka bergegas memotong padi yang sebenarnya belum siap panen pada Senin (27/11/2017). 

Sungai Tukad Yes Sah merupakan salah satu sungai yang terkena banjir lahar dingin. 

Wayan Darmada, salah seorang petani mengaku terpaksa panen dini karena lahan persawahan milik tetangganya sudah disapu banjir. Letaknya persis bersebelahan dengan lahan milik Darmada.

"Saya memiliki lahan yang ditanami padi seluas 25 are. Saya terpaksa potong lebih awal karena lahan saya dekat sungai," ujar Darmada.

(Baca juga : Erupsi Gunung Agung, Penumpang dari Medan Gagal Terbang)

Dalam kondisi normal, sambung Darmada, padi baru dipanen 15 hari ke depan atau masa tanam 3,5 bulan. Namun, karena kondisi tidak memungkinkan, ia harus memanennya lebih cepat.

"Daripada dibiarkan, kalau ada lumpur lahar lebih besar pasti akan ikut disapu juga," ungkapnya.

Walaupun, diakuinya, dengan panen awal, padi yang diperolehnya lebih sedikit dari seharusnya. Ia memperkirakan hasil panennya berkurang 50 persen.

"Kalau sekarang pasti hanya setengah. Bahkan bisa saja lebih sedikit. Karena bulir padi masih banyak yang masih muda dan ada juga yang masih kosong.  Tapi apa boleh buat, kondisinya seperti ini ya mau gimana lagi," ujar Darmada pasrah. 

Kompas TV Penumpang tidak bisa meninggalkan Bali karena bandara ditutup.


Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Reka Ulang Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Isap Rokok usai Bunuh Korban

Reka Ulang Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Isap Rokok usai Bunuh Korban

Regional
145 Warga Terdampak Langsung Banjir Bandang di Puncak Bogor

145 Warga Terdampak Langsung Banjir Bandang di Puncak Bogor

Regional
Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Regional
Gara-gara Tanah Warisan, Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anaknya: Saya Takut...

Gara-gara Tanah Warisan, Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anaknya: Saya Takut...

Regional
179 Anak di Kulon Progo Positif Covid-19, di Antaranya 50 Balita

179 Anak di Kulon Progo Positif Covid-19, di Antaranya 50 Balita

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kristen Gray dan Pasangan Wanitanya Diusir dari Indonesia | Mayor Sugeng Lapor Polisi

[POPULER NUSANTARA] Kristen Gray dan Pasangan Wanitanya Diusir dari Indonesia | Mayor Sugeng Lapor Polisi

Regional
7 Fakta Kasus Kristen Gray dan Cuitan Soal Bali, Diperiksa 8 Jam, Dideportasi Bersama Pasangan Wanitanya

7 Fakta Kasus Kristen Gray dan Cuitan Soal Bali, Diperiksa 8 Jam, Dideportasi Bersama Pasangan Wanitanya

Regional
Dideportasi dari Indonesia, Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah...

Dideportasi dari Indonesia, Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah...

Regional
Sembuh dari Corona, Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tanah Rp 3 Triliun di Labuan Bajo Ditahan Jaksa

Sembuh dari Corona, Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tanah Rp 3 Triliun di Labuan Bajo Ditahan Jaksa

Regional
Duduk Perkara Kasus Kristen Gray hingga Akhirnya Dideportasi bersama Pasangan Wanitanya

Duduk Perkara Kasus Kristen Gray hingga Akhirnya Dideportasi bersama Pasangan Wanitanya

Regional
Heboh Kasus Kristen Gray, Warga AS di Bali yang Dideportasi karena Cuitan di Twitter

Heboh Kasus Kristen Gray, Warga AS di Bali yang Dideportasi karena Cuitan di Twitter

Regional
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Gunungkidul, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Gunungkidul, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Beredar Surat Pencopotan Jabatannya di Keraton, GBPH Prabukusumo Merespons

Beredar Surat Pencopotan Jabatannya di Keraton, GBPH Prabukusumo Merespons

Regional
Garut Dinilai Paling Tidak Disiplin Jaga Jarak, Begini Respons Wabup

Garut Dinilai Paling Tidak Disiplin Jaga Jarak, Begini Respons Wabup

Regional
Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Sudah Mulai Tahap Pasang Patok

Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Sudah Mulai Tahap Pasang Patok

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X