Upaya agar Perlintasan Kereta Api Janti di Jogja Bisa Dilalui Lagi

Kompas.com - 22/11/2017, 13:48 WIB
Warga melintas di bawah Jembatan Layang Janti, Yogyakarta. KOMPAS.com/Markus YuwonoWarga melintas di bawah Jembatan Layang Janti, Yogyakarta.
|
EditorCaroline Damanik

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bersedia menyiapkan anggaran untuk petugas penjaga menyusul penutupan perlintasan sebidang di bawah jembatan layang Janti.

Harapannya, nantinya sepeda, sepeda motor, hingga pejalan kaki bisa kembali melintas dengan aman.

"Lha ini saya anggarkan. Kami bisa menyiapkan anggaran, tetapi yang bertanggung jawab PT KAI," kata Plt Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Rahardjo, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (21/11/2017). 

Namun demikian, sampai saat ini belum ada jawaban dari PT KAI. Dia mengatakan, nantinya Pemda DIY yang akan membiayai petugas untuk mengoperasikan alat yang dimiliki PT KAI untuk mengetahui kereta jalan.

Saat ini, rambu penjagaan sudah tak terpasang. Petugas yang bisa berjaga di pos pun sudah tidak berjaga. 

"Yang diperlukan alatnya itu, masa mau tengak-tengok melihat kereta akan lewat, belum lagi jika ada pesawat yang lewat lebih keras suaranya dibandingkan kereta," ucapnya.

(Baca juga: Palang Pintu di Bawah Jembatan Layang Janti Yogyakarta Ditutup, Ini Respons Sultan HB X)

Dia berharap bisa disepakati sehingga masyarakat yang lewat, terutama pengendara sepeda dan pejalan kaki bisa aman melintas. Dia pun tak bisa memastikan kapan dan berapa anggarannya.

"Kalau bisa tahun anggaran ini, kalau tidak tahun depan. Dewan juga sudah menyetujui, Nanti kalau KAI siap (petugas penjagaan) akan dianggarkan. Mereka (PT KAI) masih akan konsultasi ke pusat terkait hal ini," ucapnya.

Selain itu, pihaknya mengingatkan kepada PT KAI terkait rencana penutupan jalan di bawah Jembatan Lempuyangan. Menurut Sigit, perlu kajian mendalam terkait kekuatan jembatan tersebut.

"Apalagi di sisi selatan dan utara ada lampu pengatur lalu lintas. Diperlukan kajian yang mendalam untuk kekuatan jembatan menampung kendaraan yang berhenti di atas," tuturnya.

Sebelumnya, Selasa (31/10/2017), perbatasan Kabupaten Bantul-Sleman yang dilakukan penutupan oleh PT KAI. Warga dan pengguna jalan memprotes terkait penutupan ini karena kendaraan tidak bermotor seperti sepeda, hingga gerobak kesulitan melintas.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terjadi Penularan Antarkeluarga, Satu RT di Yogyakarta Diisolasi

Terjadi Penularan Antarkeluarga, Satu RT di Yogyakarta Diisolasi

Regional
3.447 Pengawas TPS di Semarang Jalani Tes Cepat, Reaktif Diminta Isolasi Mandiri

3.447 Pengawas TPS di Semarang Jalani Tes Cepat, Reaktif Diminta Isolasi Mandiri

Regional
Sederet Fakta Tabrakan Maut Tol Cipali, Tewaskan 10 Orang hingga Cerita Keluarga Korban

Sederet Fakta Tabrakan Maut Tol Cipali, Tewaskan 10 Orang hingga Cerita Keluarga Korban

Regional
Kesedihan Penggali Makam Jenazah Covid-19: Kadang Kami Menangis Mengubur Bayi

Kesedihan Penggali Makam Jenazah Covid-19: Kadang Kami Menangis Mengubur Bayi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Tabrakan Maut di Tol Cipali | Jumlah Kasus Covid-19 di Jateng Tertinggi

[POPULER NUSANTARA] Tabrakan Maut di Tol Cipali | Jumlah Kasus Covid-19 di Jateng Tertinggi

Regional
Pengungsi Merapi Kebanyakan Lansia dan Anak, Bilik 'Ayah Bunda' di Pengungsian Dipertanyakan

Pengungsi Merapi Kebanyakan Lansia dan Anak, Bilik "Ayah Bunda" di Pengungsian Dipertanyakan

Regional
4 Fakta Istri Bupati Demak Meninggal karena Covid-19, Disebut Jarang ke Luar Kota, Diduga Tertular dari Saudara

4 Fakta Istri Bupati Demak Meninggal karena Covid-19, Disebut Jarang ke Luar Kota, Diduga Tertular dari Saudara

Regional
Sedang Video Call Istri Sambil Makan Bakso, Seorang Pria Tiba-tiba Ditikam hingga Tewas, Ini Ceritanya

Sedang Video Call Istri Sambil Makan Bakso, Seorang Pria Tiba-tiba Ditikam hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Kurang Alat Bukti, Bawaslu Bantul Hentikan Kasus Dugaan Politik Uang

Kurang Alat Bukti, Bawaslu Bantul Hentikan Kasus Dugaan Politik Uang

Regional
Film Jamal, Kisah Tentang 'Janda Malaysia' di Lombok

Film Jamal, Kisah Tentang "Janda Malaysia" di Lombok

Regional
5 Daerah Rawan Jelang HUT OPM 1 Desember

5 Daerah Rawan Jelang HUT OPM 1 Desember

Regional
Istri Bupati Demak Meninggal akibat Covid-19, Diduga Tertular dari Saudaranya

Istri Bupati Demak Meninggal akibat Covid-19, Diduga Tertular dari Saudaranya

Regional
2 Rumah Warga di Grobogan Ambruk Sebagian karena Diterjang Longsor

2 Rumah Warga di Grobogan Ambruk Sebagian karena Diterjang Longsor

Regional
Anggota Jaringan Pengedar Sabu lewat Figura hingga Sandal Ditangkap

Anggota Jaringan Pengedar Sabu lewat Figura hingga Sandal Ditangkap

Regional
Intensitas Kegempaan Gunung Merapi November 2-5 Kali Lebih Tinggi Dibanding Oktober

Intensitas Kegempaan Gunung Merapi November 2-5 Kali Lebih Tinggi Dibanding Oktober

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X