Palang Pintu di Bawah Jembatan Layang Janti Yogyakarta Ditutup, Ini Respons Sultan HB X

Kompas.com - 01/11/2017, 11:34 WIB
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X di Bangsal Kepatihan, Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Selasa (30/5/2017) KOMPAS.com/Teuku Muh Guci SGubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X di Bangsal Kepatihan, Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Selasa (30/5/2017)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X angkat bicara soal penutupan perlintasan kereta api yang ada di bawah Jembatan Layang Janti.

Menurut Sultan, penutupan itu seharusnya tidak dilakukan mengingat berdampak terhadap akses masyarakat.

"Mestinya tidak semata-mata (ditutup), perlu pendekatan," ujar Sultan kepada wartawan di kompleks Kepatihan, Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Rabu (1/11/2017).

Sultan mengatakan, pihak yang menutup perlintasan kereta api itu seharusnya melihat dan mengutamakan kepentingan masyarakat. Menurut dia, pemerintah seharusnya juga memberikan kemudahan kepada masyarakat bukan justru mempersulit.


"Jangan 'pokoknya tidak boleh lewat'. Masyarakat nanti jadi kesulitan akses. Kan kondisi masyarakat belum tentu sama di setiap daerah," tutur orang nomor satu di DIY tersebut.

(Baca juga: Palang Pintu di Bawah Jembatan Layang Janti Ditutup, Warga Bingung)

Sultan mengaku akan segera meminta pemerintah tingkat dua yang menaungi wilayah Janti untuk berkomunikasi dengan pihak yang menutup jalur perlintasan kereta api itu. Ia meminta pemerintah tingkat dua untuk segera mencari solusi untuk masyarakat.

"Persoalan publik itu harus hati-hati. Kami kan ngabdinya untuk masyarakat, bukan masyarakat melayani untuk kita," ucap Sultan.

Sebelumnya diberitakan, penutupan palang perlintasan kereta api di bawah Jembatan Layang Janti membuat kebingungan pengguna jalan.

Dari pantauan Kompas.com di sisi selatan jalur kereta, dua sisi palang pintu yang biasa digunakan untuk mengatur kendaraan sudah dicopot. Pemerintah memasang bekas rel kereta untuk menutup. Pengguna jalan baik dari sisi selatan maupun utara yang sudah terlanjur masuk ke kolong harus memutar arah.

Penutupan ini sesuai dengan UU Nomor 23 atahun 2007 tentang perkereta apian dan Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Angkutan Jalan.

 

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diprediksi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Wonogiri, Jekek-Sriyono Tak Siapkan Banyak Uang

Diprediksi Lawan Kotak Kosong di Pilkada Wonogiri, Jekek-Sriyono Tak Siapkan Banyak Uang

Regional
Tak Lagi Diusik, Pemkab Ciamis Didesak Terbitkan Buku Sejarah Galuh

Tak Lagi Diusik, Pemkab Ciamis Didesak Terbitkan Buku Sejarah Galuh

Regional
Direkomendasikan PDI-P untuk Pilkada Lamongan, Begini Komentar Sholahuddin

Direkomendasikan PDI-P untuk Pilkada Lamongan, Begini Komentar Sholahuddin

Regional
Mentan Syahrul Yasin Limpo Lepas Ekspor Komoditas Sumut Senilai Rp 79,6 Miliar

Mentan Syahrul Yasin Limpo Lepas Ekspor Komoditas Sumut Senilai Rp 79,6 Miliar

Regional
Mengendarai Motor Saat Mabuk, Petugas Satpol PP Tabrak Angkot

Mengendarai Motor Saat Mabuk, Petugas Satpol PP Tabrak Angkot

Regional
Penumpang Minibus yang Terguling di Tol Jombang Berasal dari Mojokerto

Penumpang Minibus yang Terguling di Tol Jombang Berasal dari Mojokerto

Regional
Khofifah Ucapkan Selamat untuk Persebaya Surabaya

Khofifah Ucapkan Selamat untuk Persebaya Surabaya

Regional
Pengakuan Polisi Gadungan di Palembang yang Tipu Pacarnya Seorang TKI

Pengakuan Polisi Gadungan di Palembang yang Tipu Pacarnya Seorang TKI

Regional
Sewakan Kamar Kontrakan untuk Praktik Prostitusi, IRT di Cianjur Dibui

Sewakan Kamar Kontrakan untuk Praktik Prostitusi, IRT di Cianjur Dibui

Regional
Dikritik Wapres soal Angka Kemiskinan, Ini Tanggapan Gubernur NTB

Dikritik Wapres soal Angka Kemiskinan, Ini Tanggapan Gubernur NTB

Regional
Tipu Seorang TKI, Polisi Gadungan di Palembang Ditangkap

Tipu Seorang TKI, Polisi Gadungan di Palembang Ditangkap

Regional
Drama Perampokan Toko di Prabumulih, Penjaga Toko dan Bayi 10 Bulan Disekap Selama 1 Jam

Drama Perampokan Toko di Prabumulih, Penjaga Toko dan Bayi 10 Bulan Disekap Selama 1 Jam

Regional
Naik Angkot, Paslon Independen Pilkada Samarinda Hantar 59 Boks Syarat Dukungan

Naik Angkot, Paslon Independen Pilkada Samarinda Hantar 59 Boks Syarat Dukungan

Regional
Surya Paloh Instruksikan Seluruh Kader Nasdem Dukung RUU Omnibus Law

Surya Paloh Instruksikan Seluruh Kader Nasdem Dukung RUU Omnibus Law

Regional
Komandan TNI di Medan Terbukti Nikahi Siri Istri Orang, Divonis 8 Bulan Penjara

Komandan TNI di Medan Terbukti Nikahi Siri Istri Orang, Divonis 8 Bulan Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X