Ketika 10 Polwan Cantik Cabuti Paku di Pohon Pinggir Jalan Solo

Kompas.com - 20/11/2017, 14:07 WIB
CABUT PAKU--Polwan cantik Polresta Surakarta mencabut paku yang menancap di pepohonan menjelang Hari Pohon Sedunia di Jalan Menteri Supeno, Manahan, Solo, Jawa Tengah, Senin ( 20/11/2017) siang. KOMPAS.com/Muhlis Al AlawiCABUT PAKU--Polwan cantik Polresta Surakarta mencabut paku yang menancap di pepohonan menjelang Hari Pohon Sedunia di Jalan Menteri Supeno, Manahan, Solo, Jawa Tengah, Senin ( 20/11/2017) siang.
|
EditorFarid Assifa

SOLO, KOMPAS.com - Menjelang Hari Pohon Sedunia, 10 polisi wanita cantik Polresta Surakarta melakukan aksi menarik di Jalan Menteri Supeno, Manahan, Kota Solo, Senin (20/11/2017) siang.

Mengenakan seragam kepolisian, sepuluh polwan mengayuh sepeda gunung dari Mapolresta Solo menuju Jalan Supeno, tepatnya di depan kolam renang Manahan Solo.

Tak hanya bersepeda, para polwan juga membawa peralatan untuk mencabut paku yang ditaruh di dalam kotak. Mereka membawa peralatan, mulai dari tang hingga obeng.

Setibanya di Jalan Supeno, para polwan mencabut satu per satu paku yang menancap di pohon mahoni. Rata-rata paku yang dicabut bekas digunakan untuk menempelkan reklame.


"Memperingati Hari Pohon sedunia kami menggelar cabut paku yang menancap di pohon sepanjang Jalan Supeno, Manahan. Pencabutan paku ini bentuk kepedulian kami terhadap kelestarian lingkungan," ujar Panit Bimas Polsek Banjarsari, Polresta Surakarta, Ipda Kartini kepada wartawan, Senin (20/11/2017) siang.

Kartini berharap, pencabutan paku dapat menjadi teladan bagi warga untuk menyayangi pohon. Sebab, keberadaan pepohonan di lingkungan bermanfaat banyak bagi warga.

"Kami juga meminta warga tidak lagi menyakiti pohon. Sayangi pohon agar menghijaukan lingkungan," kata Kartini.

Baca juga : Berangkat Sekolah Tanpa Helm, Siap-siap Diantar Polwan Cantik

Lain halnya dengan Kartini, Brigpol Titis, anggota Pamobvit Polresta Surakarta mengalami kesulitan mencabut paku karena kondisinya sudah berkarat dan lama tertancap di pohon.

"Pakunya susah dicabut karena lama sudah menempel dan berkarat. Tapi alhamdulillah akhirnya bisa dicabut," kata Titis.

Ia meminta para pedagang menyayangi pohon lantaran pohon sebagai tempat berteduh dari terik panasnya matahari. Selain itu, tanpa adanya paku di pohon, Kota Solo terlihat hijau dan indah.

Baca juga : Dokter Keluarkan 600 Batang Paku dari Dalam Perut Pria Ini

Kompas TV Waspada Ranjau Paku di Ban Mobil

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Regional
Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Regional
Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Regional
Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Regional
Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Regional
Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Regional
Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Regional
Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Regional
Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

Regional
'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

Regional
Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X