Kader Golkar Bikin Petisi "Online" Tolak Ridwan Kamil-Daniel Muttaqien

Kompas.com - 03/11/2017, 19:28 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui di Banyu Leisure Park, Jalan Ciungwanara, Senin (30/10/2017). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIWali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui di Banyu Leisure Park, Jalan Ciungwanara, Senin (30/10/2017).
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Keputusan DPP Partai Golkar yang mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan anggota DPR RI Daniel Muttaqien di Pilkada Jawa Barat Tahun 2018 mendatang menuai protes dari para kader DPD Partai Golkar Jawa Barat. 

Salah satu kader Golkar Kota Bandung, Aat Safaat Hodijat bahkan melakukan protes dengan cara membuat petisi online yang ditujukan kepada DPP Partai Golkar. Dia mengklaim petisi tersebut mewakili suara rekan-rekan kader Partai Golkar di Jawa Barat.

“DPD kabupaten kota sudah jelas hanya menginginkan Kang Dedi Mulyadi untuk maju dalam Pilgub Jabar. Ini disampaikan dalam Rapimda lalu. Mengapa keputusan Tim Pilkada Pusat DPP Golkar bertentangan dengan hasil Rapimda. Ini jelas pelanggaran terhadap konstitusi partai,” kata Aat saat dihubungi melalui ponselnya, Jumat (3/11/2017).

Aat mengatakan, DPP Partai Golkar tengah membuat standard ganda dengan memerintahkan DPD kabupaten kota untuk taat kepada AD/ART partai, peraturan organisasi dan petunjuk pelaksanaan (juklak). Namun, kata dia, DPP sendiri melanggar aturan tersebut.


Berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Nomor 06 Tahun 2016 tentang Penetapan Calon Gubernur, Bupati dan Walikota dari Partai Golongan Karya, nama bakal calon disampaikan terlebih dahulu menurut saran dan pendapat dari masing-masing DPD kabupaten/kota.

Sementara, dalam Rapat Pimpinan Daerah DPD Partai Golkar Jawa Barat yang selain dihadiri oleh pengurus kabupaten/kota di Jawa Barat juga dihadiri oleh para pengurus Partai Golkar Jawa Barat bahkan DPP Partai Golkar, tidak ada nama lain selain Dedi Mulyadi yang diputuskan untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat dari Partai Golkar.

“Jelas ini mencederai kehormatan kader Golkar, suara mereka tidak didengar lagi, padahal mereka yang bekerja menaikkan elektabilitas partai ini di Jawa Barat,” ucapnya.

Baca juga : Ridwan Kamil Sebut Golkar Sudah Pasti Beri Dukungan di Pilkada Jabar

Jika keputusan pengusungan Ridwan Kamil-Daniel Muttaqien tidak diubah oleh DPP Partai Golkar, Aat mengancam akan mengajak kader-kader Partai Golkar di Jawa Barat untuk melakukan perlawanan serta memboikot keputusan tersebut.  

Kader di Jawa Barat, kata Aat, sangat merindukan kader terbaik dalam hal ini Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menjadi gubernur Jawa Barat.

“Ya lawan saja. Saya membuat petisi online, ini baru awal saja, perlawanan kader ini akan berlanjut jika keputusan DPP tidak diubah. Kader di Jawa Barat hanya menginginkan Kang Dedi Mulyadi untuk maju, bukan yang lain,” tandas tokoh Forum Komunikasi Mahasiswa Kekaryaan, organisasi sayap Partai Golkar.

Petisi online tersebut dibuat pada situs https://www.change.org dengan judul "Pertaruhan Kesetiaan Kader Partai Golkar Jawa Barat". Hingga Jumat (3/11/2017) pukul 19.20 WIB, petisi ini sudah ditandatangani 966 orang.

Baca juga : Unjuk Rasa, Kader Golkar Jabar Kumpulkan Koin untuk DPP

Kompas TV Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi belum mau memberikan komentar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X