Kompas.com - 28/10/2017, 19:01 WIB
Rapiudin alias Hafis (tengah) seorang peselancar cilik asal Pulau Simeulue Aceh yang ikut meramaikan ajang kompetisi Aceh Surfing Internasional Championship III (AISC) di Aceh. KOMPAS.com/Daspriani Y ZamzamiRapiudin alias Hafis (tengah) seorang peselancar cilik asal Pulau Simeulue Aceh yang ikut meramaikan ajang kompetisi Aceh Surfing Internasional Championship III (AISC) di Aceh.
|
EditorErlangga Djumena

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Namanya Hafis baru berusa 11 tahun. Hari-harinya dan dihabiskan dengan bermain di pantai dan membantu sang ayah sebagai nelayan, saat sang ayah tak bertugas sebagai petugas keamanan sebuah resort pantai.

Nama Hafis mendadak naik daun dalam tiga hari terakhir ini. Pasalnya Hafis menjadi perhatian banyak orang dalam kegiatan Aceh Surfing Internasional Championship ke-3 di Kepulauan Simeulue, Aceh.

Dia menjadi peserta termuda dalan ajang kejuaran surfing bergengsi tersebut.

Walau tak menjadi juara, Hafis mengaku bangga bisa lolos mengikuti ajang kejuaraan tersebut. " Saya gugup sekali, ini pertama kali mencoba kemampuan dalam pertandingan, jangankan internasional, lomba tingkat lokal saja saya belum pernah," ujar Hafis sesaat tiba di pantai usai menyaksikan pertandingan final surfing internasional, Sabtu (28/10/2017) di kawasan Pantai Matanurung, Kecamatan Teupah Tengah, Kabupaten Simeulue, Aceh.

Baca juga : Skilot atau Selancar di Lumpur, Tradisi Tahunan Saat Lebaran Ketupat

"Saya suka surfing sejak dua lalu, karena lihat banyak wisatawan asing yang main surfing di pantai sini, lalu saya belajar dan dilatih oleh teman ayah, namanya bang Rambo," ujarnya.

Sempat tak disetujui oleh sang ibu, Eli, pemuda cilik bernama lengkap Rapiudin ini, tak mengindahkan, dan terus bersemangat untuk latihan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aksi seorang peselancar peserta pertandingan internasional Aceh Surfing Internasional Championship (AISC) ke-3 26-28 2017 di Pantai Matanurung, Kecamatan Teupah Tengah, Kabupaten Simelueu, Aceh.KOMPAS.com/Daspriani Y Zamzami Aksi seorang peselancar peserta pertandingan internasional Aceh Surfing Internasional Championship (AISC) ke-3 26-28 2017 di Pantai Matanurung, Kecamatan Teupah Tengah, Kabupaten Simelueu, Aceh.
Ketaksetujuan sang ibu dikarenakan Hafis pernah mengalami insiden saat berlatih, kepalanya terantuk papan selancar dan harus menjalani perawatan medis dan mendapatkan tiga jahitan di bagian pelipisnya.

" Jadi mamak takut saya nanti bisa lebih celaka lagi, tapi ayah saya mendukung hobi ini. Ayah membantu memberi pengertian pada mamak, dan sekarang pelan-pelan mamak sudah percaya, apalagi melihat saya serius mengikuti lomba surfing internasional kali ini," ucap Hafis.

Berkompetisi dengan para peselancarnasional di kelompok pemula dan lokal, tak menyurutkan semangat bocah laki-laki bertubuh kecil ini. "Awalnya grogi, apalagi saat bertanding ombaknya agak pendek jadi butuh konsentrasi dan kejelian tersendiri dalam mendapatkan ombak, tapi saya senang lah," sebutnya.

Bertemu dengan para peselancar nasional dan internasional, bagi Hafis adalah pengalaman baru dan luar biasa. " Saya bangga bisa bertemu dan berada dipantai yang sama dengan banyak peselancar dunia seperti Rio Waida, mudah mudahan saya bisa jadi juara dunia juga nanti seperti Rio" ungkap Hafis.

Baca juga : Air Pasang, Penyewaan Papan Selancar di Pantai Kuta Sepi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.