Kompas.com - 25/10/2017, 05:53 WIB
Petugas gabungan dari BPBD dan TNI berupaya memadamkan titik api kebakaran hutan dan lahan gambut di kawasan Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat dengan cara menggunakan satu unit mesin pompa air dan armada kebakaran, Selasa (24/10/17). KOMPAS.com/RAJA UMARPetugas gabungan dari BPBD dan TNI berupaya memadamkan titik api kebakaran hutan dan lahan gambut di kawasan Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat dengan cara menggunakan satu unit mesin pompa air dan armada kebakaran, Selasa (24/10/17).
|
EditorReni Susanti

MEULABOH, KOMPAS.com - Puluhan petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan TNI dari Kodim 0105 Aceh Barat terus berupaya memadamkan titik api kebakaran hutan dan lahan di kawasan Desa Peunaga Cut, Kecamatan Meureubo.

Kebakaran yang sudah berlangsung tiga hari ini akan dipadamkan dengan menggunakan satu unit pompa air dan armada kebakaran BPBD yang dikerahkan ke lokasi.

“Sudah tiga hari kami melakukan pemadaman titik api di lokasi ini, tapi sulit padam karena keterbatasan perlatan dan lokasi lahan gambut,” kata Sertu Muhktar Nasier, Anggota TNI dari Kodim 0105 Aceh Barat kepada kompas.com, Selasa (24/10/17).

Menurut Mukhtar, lokasi gambut membuat api sulit dipadamkan. Padahal pihaknya sudah menyiramkan air dan api sempat padam. "Padahal kemarin sudah kami siram air dan padam. Tapi hari ini sudah muncul lagi api, karena lokasinya gambut,” ucapnya.

(Baca juga : Enam Provinsi Tetapkan Status Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan)

Menurut Mukhtar, luas lahan yang terbakar hingga saat ini diperkirakan mencapai 3 hektar. Kebakaran semakin parah akibat cuaca yang melanda Kabupaten Aceh Barat yang sudah dua pekan ini terik. 

Beni Hardi, Kasi Kedaruratan BPBD Aceh Barat mengatakan, titik api kebakaran hutan dan lahan gambut di Aceh Barat tersebar di empat Kecamatan, yakni Johan Pahlawan, Meureubo, Kawai XVI, dan Arongan Lambalek.

Dari empat kecamatan ini terdapat 15 titik api, sesuai dengan data yang dirilis Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG).

"Secara keseluruhan luas total kebaran lahan sedang kita lakukan perhitungan, belum ada data konkrit,” jelasnya. 

Kompas TV Kebakaran ini telah menewaskan 35 orang. 8.000 petugas pemadam terus berupaya padamkan api.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X