Kebakaran Hutan Gunung Bromo Sulit Dipadamkan - Kompas.com

Kebakaran Hutan Gunung Bromo Sulit Dipadamkan

Kontributor Malang, Andi Hartik
Kompas.com - 12/09/2017, 12:47 WIB
Petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) saat berusaha memadamkan api yang membakar hutan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.Dok Polhut TNBTS Petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) saat berusaha memadamkan api yang membakar hutan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.

MALANG, KOMPAS.com - Kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur masih berlangsung, Selasa (12/9/2017). Petugas yang berusaha mengendalikan kebakaran mengaku kesulitan karena titik api berada di tebing dengan kemiringan 90 derejat.

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Wilayah 1, Fariana Prabandari mengatakan, sampai sejauh ini tersisa dua titik api yang belum bisa dipadamkan, yakni di Blok Mendongan dan Undak Lembu.

Sementara sisanya sudah berhasil dipadamkan. Termasuk titik api yang terdapat di padang rumput atau sabana sekitar Blok Teletubbies. Titik api yang berhasil dipadamkan berada di lokasi yang datar.

"Kondisinya sekarang alhamdulillah 75 persen sudah padam. Tinggal yang bagian lereng- lereng itu. Ada dua titik yang belum padam. Di Blok Mendongan sama Undak Lembu. Yang lainnya sudah padam," katanya.

(Baca juga: Kebakaran Padang Rumput Gunung Bromo Diduga Karena Kelalaian Pengunjung)

Sampai saat ini upaya pemadaman terus dilakukan oleh banyak pihak, di antaranya petugas TNBTS, TNI, Polri dan warga sekitar.

Prabandari menjelaskan, api di daerah tebing memang lebih sulit dipadamkan. Selain daerahnya yang curam, api di lokasi tebing juga lebih awet.

"Bedakan antara daerah datar dan daerah tebing. Daerah datar, sekali berkobar dalam waktu tidak lama mati. Tapi kalau daerah tebing waktunya lama," jelasnya.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas pada Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sarif Hidayat mengatakan, petugas yang dikerahkan untuk melakukan pemadaman tidak maksimal karena pertimbangan keamanan.

Sedangkan api hingga kini terus menjalar seiring angin yang terus berhembus di lokasi itu.

"Cuaca masih panas. Kondisi angin fluktuatif sehingga kondisi api demikian di tebingan yang nyaris 90 derajat. Kita tidak begitu optimal mengerahkan sumber daya," jelasnya.

Kebakaran hutan di Kawasan Gunung Bromo terdeteksi sejak kemarin, Senin (11/9/2017). Sampai saat ini api masih belum dipadamkan secara keseluruhan. Luas kebakaran terdeteksi sudah mencapai 50 hektar lebih.

Kompas TV Kebakaran dekat permukiman warga terjadi hampir 3 jam.

PenulisKontributor Malang, Andi Hartik
EditorReni Susanti
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM