Pimpinan DPRD Kota Malang Bantah KPK soal Istilah Pokir untuk Suap

Kompas.com - 18/10/2017, 20:56 WIB
Wakil Ketua II DPRD Kota Malang Rahayu Sugiharti saat hendak memasuki ruang pemeriksaan KPK di Mapolres Malang Kota, Rabu (18/10/2017). KOMPAS.com/Andi HartikWakil Ketua II DPRD Kota Malang Rahayu Sugiharti saat hendak memasuki ruang pemeriksaan KPK di Mapolres Malang Kota, Rabu (18/10/2017).
|
EditorReni Susanti

MALANG, KOMPAS.com - Sejumlah pimpinan DPRD Kota Malang membantah penggunaan istilah pokok pikiran (pokir) untuk melancarkan pembahasan APBD Perubahan Kota Malang 2015 yang berujung pada kasus suap yang kini ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Wakil Ketua I DPRD Kota Malang Zainuddin mengatakan, pokir adalah program yang diajukan setiap anggota DPRD Kota Malang melalui reses. Program itu lalu disampaikan kepada eksekutif untuk dianggarkan dalam APBD Perubahan.

"Pokok pikiran itu usulan program. Yang mengerjakan eksekutif. Itu sah menurut aturan, sah," katanya seusai menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh penyidik KPK di Mapolres Malang Kota, Rabu (18/10/2017).

Zainuddin membantah ada istilah uang pokir yang digunakan untuk memperlancar pembahasan APBD Perubahan Kota Malang. "Bukan, itu undang-undang. Itu aturan," tegasnya.

(Baca juga: PDIP Resmi Ganti Ketua DPRD Kota Malang yang Terjerat Kasus Korupsi)

Hal sama disampaikan Rahayu Sugiharti, Wakil Ketua II DPRD Kota Malang. Ia mengatakan, pokok pikiran atau pokir adalah usulan dari anggota DPRD kepada Pemerintah Kota Malang. Usulan itu berasal dari konstituen saat pelaksanaan reses.

"Itu sebetulnya adalah berasal dari konstituen saat reses. Itu diusulkan kepada eksekutif untuk dianggarkan di APBD," katanya.

Ia pun membantah pernyataan Juru Bicara KPK Febri Diansyah bahwa ada istilah pokir untuk memperlancar pembahasan APBD Perubahan tahun 2015.

"Pokir kan pengertiannya itu. Dan itu sah pokir itu," tegas politisi Partai Golkar itu.

(Baca juga: KPK Periksa Eks Sekda Malang Terkait Istilah Pokir dalam Dugaan Suap)

Wakil Ketua III DPRD Kota Malang, Wiwik Hendri Astuti mengatakan, tidak ada pertanyaan soal pokir oleh penyidik KPK terhadap dirinya saat diperiksa sebagai saksi. "Tidak ada pokir," katanya singkat.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, ada istilah uang pokir yang digunakan oleh anggota DPRD Kota Malang untuk memperlancar pembahasan APBD Perubahan Kota Malang tahun anggaran 2015.

"Diduga ada penggunaan istilah uang 'Pokir' (Pokok Pikiran) agar proses pembahasan APBD-P tersebut berjalan lancar," katanya melalui pesan tertulis kepada Kompas.com.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Regional
Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Regional
Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Regional
Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah 4 Bocah Tak Terurus, Ibu ODGJ | Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Adik

[POPULER NUSANTARA] Kisah 4 Bocah Tak Terurus, Ibu ODGJ | Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Adik

Regional
Cemburu Berujung Maut, Perempuan Hamil 7 Bulan Tewas di Tangan Suami Siri

Cemburu Berujung Maut, Perempuan Hamil 7 Bulan Tewas di Tangan Suami Siri

Regional
Fakta Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Ditembak Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Fakta Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Ditembak Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Regional
Hendak Lerai Keributan, Anggota DPRD Ini Malah Dibacok Warga

Hendak Lerai Keributan, Anggota DPRD Ini Malah Dibacok Warga

Regional
Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Regional
Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Regional
Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Regional
Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Regional
Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Regional
Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X