Buya Syafii Maarif: Revolusi Mental Belum Sampai ke Tingkat Bawah

Kompas.com - 18/10/2017, 18:27 WIB
Tokoh masyarakat Buya Syafii Maarif memberikan paparannya pada acara Simposium Nasional Membedah Tragedi 1965, di Jakarta, Senin (18/4/2016). TRIBUNNEWS/HERUDINTokoh masyarakat Buya Syafii Maarif memberikan paparannya pada acara Simposium Nasional Membedah Tragedi 1965, di Jakarta, Senin (18/4/2016).
|
EditorCaroline Damanik

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif menilai revolusi mental yang diusung oleh Joko Widodo dan Jusuf Kalla belum sampai ke tataran terbawah.

Oleh karena itu, banyak pejabat daerah terkena operasi tangkap tangan (OTT) karena masih masifnya politik uang.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif mengatakan, salah satu yang disasar dalam revolusi mental sebenarnya mengenai reformasi birokrasi. Hanya saja, sampai saat ini, baru bisa berjalan di tataran atas.

"Belum sampai ke bawah. Anda lihat saja itu kelakuan para birokrat dan ini terkait juga dengan politik uang yang sudah sangat masif. Bupati, wali kota, gubernur, dan lain-lain itu kan politik uang yang luar biasa," ujar Buya Syafii di Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, Selasa (17/10/2017).

(Baca juga: Viral Doa Misa Umat Katolik untuk Umat Islam, Ini Kata Buya Syafii)

Namun demikian, di tengah maraknya pejabat daerah terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Buya Syafii melihat masih ada titik terang. Ada beberapa wali kota dan bupati yang melakukan terobosan-terobosan positif di daerah yang dipimpinnya dan menjalankan prinsip good government.

"Tapi ada titik terang menurut saya. Ada bupati dan wali kota dengan kemauan sendiri, dengan kehendak sendiri, melakukan terobosan-terobosan," tegasnya.

Buya mencontohkan, di Bandung ada Ridwan Kamil, Bupati Batang Wihaji, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan di Surabaya ada Rismaharini.

"Ada terobosan-terobosan yang menurut saya memberikan harapan. Virus pencerahan ini harus ditularkan ke seluruh Indonesia," tegasnya.

(Baca juga: Buya Syafii: Hati-hati dalam Berbicara)

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini berharap agar para bupati dan wali kota yang dianggap berhasil ini bisa dikumpulkan dalam sebuah dialog. Mereka dikumpulkan dengan para bupati dan wali kota di Indonesia lainya untuk dialog, saling sharing dan berbagi pengalaman.

"Saya berharap Pak Menteri Dalam Negeri mengundang para bupati dan wali kota yang berhasil menjalankan prinsip good government untuk berdialog dengan yang lain, bukan untuk menggurui tetapi berdialog dan saling berbagi supaya virus yang baik ini bisa ditularkan," pungkasnya.

Kompas TV Ini Dia "Buya Sabe" Kain tenun Tradisional Khas Donggala
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.