Bahagiakan Sesama, Tukang Parkir Sulap Dinding dengan Barang Bekas

Kompas.com - 13/10/2017, 07:08 WIB
Budi Santoso saat melihat hasil karyanya di dinding luar rumah dengan barang-barang second. Budi melakukan ini untuk menyalurkan hobi seni dekor sekaligus ingin membuat orang lain bahagia. KOMPAS.com/Wijaya KusumaBudi Santoso saat melihat hasil karyanya di dinding luar rumah dengan barang-barang second. Budi melakukan ini untuk menyalurkan hobi seni dekor sekaligus ingin membuat orang lain bahagia.
|
EditorReni Susanti

Dengan berbagai pertimbangan, Budi memutuskan untuk mengubah dinding rumahnya dari yang biasa menjadi sesuatu yang indah dilihat.

Tujuannya, agar siapapun yang makan di warung sebelah rumahnya bisa melihat sesuatu yang indah. Ia berharap, dengan melihat keindahan tersebut merasakan kepenatan karena padatnya kuliah atau pekerjaan bisa fresh dan hati kembali bahagia.

"Saya hanya ingin menyenangkan hati sesama. Tidak ada pamrih apapun, karena membuat orang lain senang, bahagia itu kan amal juga, ya hanya ini sayang bisa saya sumbangkan," tegasnya.

Menurutnya, basic seni ia dapatkan saat sekolah dahulu. Waktu itu, ia sekolah di seni dengan mengambil seni lukis.

"Dulu sekolah di seni ambil seni lukis, tapi saya lebih mendalami dekor taman. Nah, kalau dekor taman horisontal kan banyak, konsep saya di dinding itu dekor vertikal," bebernya.

Barang-barang yang ditempel di dinding rumahnya semuanya hasil hunting sendiri. Hampir semua yang digunakan merupakan barang-barang second. Guna mengisi dinding sisi luar rumahnya, Budi menghabiskan uang sekitar Rp 1,5 juta.

"Sebagian saya beli di pasar Klitikan. Sebagian lagi dari beberapa tempat," kata Budi

Ada satu yang masih diingatnya hingga sekarang, yakni ketika mendapatkan satu patung perempuan yang sedang membawa barang di kepala. Patung tersebut didapatkan di Pasar Kota Gede.

Saat itu uangnya tidak cukup dan sudah terlanjur suka. Budi pulang mengambil sepatu, lalu kembali lagi untuk tukar tambah dengan patung tersebut.

"Yang patung kecil itu beli di Pasar Kota Gede. Harganya mahal, uang tidak cukup, saya pulang ambil sepatu untuk tukar tambah," ujarnya sambil tersenyum.

Budi mengaku istrinya sempat marah kepadanya. Karena uang yang seharusnya untuk belanja kebutuhan sehari-hari justru digunakannya membeli barang-barang second.

"Pendapatan jadi tukang parkir kan ga menentu, waktu itu ada uang Rp 75.000. Saya belikan barang-barang, istri tahu lalu marah, wong untuk beli sayuran saja kurang," bebernya.

Menurutnya saat ini banyak mahasiswa maupun orang yang makan di warung samping rumahnya selalu mengabadikan dengan kamera handphone. Bahkan tak jarang mereka ber-selfie dengan latar belakang dinding rumahnya.

"Mereka banyak yang mengabadikan foto, selfie juga. Ya senang sekali, artinya apa yang saya lakukan ini bisa membuat orang lain bahagia, dan menyenangkan hati sesama. Saya belum ada rencana menghias dinding rumah lagi, satu sisi itu saja," pungkasnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X