Hina Panglima TNI, Seorang Oknum PNS Dibina

Kompas.com - 09/10/2017, 13:19 WIB
Kasubag Pemberitaan Humas Pemda Bima, Ruslan. KOMPAS.com/SyarifudinKasubag Pemberitaan Humas Pemda Bima, Ruslan.
|
EditorReni Susanti

BIMA,KOMPAS.com - Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri memberikan pembinaan khusus kepada salah seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diduga menghina Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, melalui media sosial.

“Bupati sudah memerintahkan Asisten III, Kepala BKD, dan Bapeda untuk melakukan pembinaan terhadap oknum pegawai tersebut," kata Kasubag Pemberitaan Humas Pemda Bima, Ruslan, Senin (9/10/2017).

Sebelumnya, pria bernama Iwan Susanto ini menyebut mata Panglima TNI 5 watt saat nonton Film G30S/PKI bareng Jokowi melalui akun Facebook-nya.

Dalam postingan tersebut, Iwan memasang foto Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Presiden Joko Widodo sedang nonton bareng film G30S/PKI di Bogor beberapa waktu lalu.

(Baca juga: Panglima TNI: Sekarang Presidennya Bingung...)

Postingan Iwan menjadi viral. Ia diburu para anggota TNI dan diciduk karena dianggap menghina panglima TNI. Sebelum digelandang ke Kodim 1608 Bima, Iwan telah menyatakan permintaan maaf di akun Facebooknya.

Saat diintrogasi oleh intel Kodim, ia meminta maaf dan menjelaskan keterangan terkait postingan di akun Facebooknya. Ia juga menyebutkan tidak bermaksud menyindir dan menghina Panglima TNI.

Seusai menyampaikan permintaan maaf, ia membuat surat penyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya setelah itu ia dilepas.

Mengetahui hal tersebut, bupati Bima langsung memberikan warning kepada seluruh PNS di Kabupaten Bima agar hati-hati menggunakan medsos. Jika tak ingin berurusan dengan hukum, pegawai diimbau agar memanfaatkan medsos untuk hal positif.

"Medsos adalah sarana untuk bersilahturahim. Bupati sudah sering ingatkan kepada pegawai agar berhati-hati gunakan medsos. Apalagi medsos seperti Facebook sangat berpotensi disalahgunakan untuk menebar fitnah, kebencian, dan penghinaan yang dapat menyinggung pihak lain," ucap Ruslan.

Sementara itu, Kepala Bapeda Kabupaten Bima, Muzakir mengaku, Iwan sudah kembali masuk kerja setelah beberapa hari dilakukan pembinaan oleh Tim Bina Aparartur Daerah.

"Masalah sudah selesai, Iwan sudah minta maaf dan sudah dimaafkan. Kami sudah lakukan pembinaan dengan Tim Bina Aparatur, saat ini pegawai tersebut kembali bertugas seperti biasa," tuturnya. 

Kompas TV Panglima TNI berpesan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh provokasi berkedok agama.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Para WNA yang Dideportasi dari Indonesia, Yoga Massal Saat Pandemi hingga Ceburkan Diri Bersama Motor ke Laut

Kisah Para WNA yang Dideportasi dari Indonesia, Yoga Massal Saat Pandemi hingga Ceburkan Diri Bersama Motor ke Laut

Regional
2 Warga Sumsel Bawa 171 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi di Sungai

2 Warga Sumsel Bawa 171 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi di Sungai

Regional
Lagi, Anak Gugat Ibu Kandung, Tuntut Tanah yang Diklaim Hasil Selama Jadi TKW

Lagi, Anak Gugat Ibu Kandung, Tuntut Tanah yang Diklaim Hasil Selama Jadi TKW

Regional
Bakamla RI Menangkap 2 Kapal Tanker Berbendera Asing

Bakamla RI Menangkap 2 Kapal Tanker Berbendera Asing

Regional
Heboh Dentuman Misterius di Bali, Kesaksian Nelayan, Sinyal 20 Detik hingga Benda Bersinar di Langit

Heboh Dentuman Misterius di Bali, Kesaksian Nelayan, Sinyal 20 Detik hingga Benda Bersinar di Langit

Regional
Ratusan Warga Rohingya Kabur dari Aceh, Tersisa 112 Orang

Ratusan Warga Rohingya Kabur dari Aceh, Tersisa 112 Orang

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Pelaku Sakit Hati Tak Dibayar

Polisi Tangkap Pria yang Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Pelaku Sakit Hati Tak Dibayar

Regional
Kota Tegal Terima 4.000 Dosis Vaksin Sinovac, 10 Pejabat Bakal Disuntik

Kota Tegal Terima 4.000 Dosis Vaksin Sinovac, 10 Pejabat Bakal Disuntik

Regional
Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Regional
Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Regional
Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Regional
Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Regional
Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Regional
Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Regional
Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X