Pura Besakih Akan Gelar Upacara Purnama Kapat di Lereng Gunung Agung

Kompas.com - 03/10/2017, 10:11 WIB
Mangku Source sedang beribadah di Pura Besakih pada Sabtu (30/9/2017).KOMPAS.com/Ira Rachmawati Mangku Source sedang beribadah di Pura Besakih pada Sabtu (30/9/2017).

KARANGASEM, KOMPAS.com - Pura Besakih yang berada di lereng Gunung Agung atau masuk zona merah akan tetap menggelar Upacara Purnama Kapat pada 5 Oktober 2017. Upacara tersebut digelar saat purnama ke empat sesuai penanggalan Bali.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan, jika umat merasa aman dipersilahkan tetap menggelar upacara purnama kapat. Kecuali jika Gunung Agung sudah meletus.

"Jika sudah meletus ya jangan dilaksanan di sana. Jika sekarang ya kami persilahkan untuk digelar asalkan merasa aman," jelas Pastika, Selasa (3/10/2017).

Sementara itu Jro Mangku Lingsir Sueca (79), pemangku Pura Besakih kepada Kompas.com mengatakan, upacara akan tetap digelar seperti tahun sebelumnya namun tidak mengundang siapapun. Upacara hanya dilaksanakan oleh internal di Desa Adat Besakih.

(Baca juga: Gunung Agung, Cerah di Malam Hari, Mendung di Pagi Hari)

Sueca mengatakan, saat upacara purnama kapat, umat akan berdoa dan meminta keselamatan serta status gunung menurun sehingga mereka bisa kembali beraktivitas normal seperti biasanya.

"Kami tetap menghargai zona merah yang telah ditetapkan pemerintah, tapi kami juga harus menggelar upacara di Pura Besakih. Diharapkan nanti umat Hindu juga beribadah di tempat tinggal atau pengungsian agar Gunung Agung tidak jadi meletus," ungkapnya.



Terkini Lainnya

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Rekrutmen CPNS 2019, Pemprov Riau Butuh 10.381 PNS

Regional
Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Bima Arya: PAN Kembali Tentukan Arah Usai Sidang MK

Regional
Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Monumen Korban KM Sinar Bangun Jadi Rumah Kedua Bagi Keluarga yang Ditinggalkan

Regional
Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Pasangan Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

2 Orang Pelaku Pungli di Lokasi Jembatan Mesuji Dibekuk Polisi

Regional
Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Isak Tangis Iringi Peringatan Setahun Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Yos Sudarso Selama Pengerjaan Alun-alun Surabaya

Regional
Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Polisi Gagalkan 4 Kontainer Kayu Merbau yang Akan Diselundupkan ke Surabaya

Regional
2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

2 Terduga Pembunuh Pegawai Bank Syariah Mandiri Merupakan Pasangan Suami Istri

Regional
Suami Istri yang Suguhkan Seks 'Live' ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Suami Istri yang Suguhkan Seks "Live" ke Anak-anak Ditetapkan Tersangka

Regional
Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Bobot Turun dari 192 Kg Jadi 85 Kg, Arya Akan Jalani Operasi Gelambir

Regional
Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Alun-alun Bawah Tanah Surabaya Mulai Dibangun, Jalan Yos Sudarso Ditutup Separuh

Regional
WN, Tersangka Kasus Hoaks 'Server KPU Diatur' Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

WN, Tersangka Kasus Hoaks "Server KPU Diatur" Dikenal sebagai Sosok yang Cerdas dan Ahli Komputer

Regional
Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Hujan Lebat, 3 Penambang Timah Tewas Tertimbun

Regional

Close Ads X