Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/09/2017, 19:44 WIB
|
EditorFarid Assifa

SUKABUMI, KOMPAS.com - Sebanyak 94 orang mantan pedagang Pasar Pelita, Kota Sukabumi, Jawa Barat diduga ditipu Ir sebagai Kuasa Direksi PT AKA.

Akibat aksi penipuan dan penggelapan itu, para pedagang menderita kerugian mencapai Rp 6,8 miliar.

Puluhan pedagang itu menyetorkan uang kepada PT AKA dan tersangka Ir sebagai booking fee dan uang muka untuk pembelian kios di pasar yang akan dibangun.

Uang setoran yang diterima tersangka Ir bervariasi mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 567 juta. Rencananya, pasar akan dibangun PT AKA sebagai pemenang tender di lahan bekas Pasar Pelita. Namun hingga batas waktu yang dijanjikan, pembangunan pasar semi modern itu tidak terbukti.

"Tersangka Ir ini awalnya kerja sama dengan Pemkot Sukabumi, lalu menawarkan pembangunan Pasar Pelita sepuluh lantai," kata Kepala Polres Sukabumi Kota, AKBP Rustam Mansur dalam jumpa pers, Selasa (26/9g2017) petang.

Baca juga: Pelaku Penggelapan Uang Pedagang Pasar Pelita Rp 6,3 Miliar Ditangkap

Rustam menambahkan, tersangka Ir adalah seorang komisaris PT AKA dan sebagai kuasa direksi. Dalam perjalanan awalnya, tersangka Ir mengumpulkan uang dari para pedagang untuk membangun pasar. Namun, pembangunan pasar dengan berbagai fasilitas yang dijanjikannya itu tidak dapat dibuktikan.

"Pada kenyataannya, hingga saat ini pembangunan Pasar Pelita tidak terlaksana," ujar dia.

Dia menuturkan, hasil pemeriksaan sementara, uang yang diterima dari para pedagang itu digunakan oleh tersangka Ir untuk biaya operasional, mencari investor, dan sebagainya. Padahal, dalam perjanjian kerangka acuan kegiatan (KAK), biaya itu seharusnya ditanggung investor.

"Pengakuan sementera tersangka Ir seperti itu, tapi untuk aliran dananya masih kami kembangkan, Uang yang digunakan sedang diaudit," tuturnya.

"Kami juga masih mengembangkan untuk kemungkinan adanya tersangka lain," sambung Rustam.

Atas perbuatannya, tersangka Ir yang juga residivis kasus sama itu akan dijerat KUHP pasal 378 jouncto pasal 372 dengan ancaman hukuman penjara paling lama empat tahun.

Kompas TV Polri Akan Ditetapkan Tersangka Baru Penipuan First Travel
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Senin Besok, Mbak Ita Akan Resmi Dilantik Ganjar Jadi Wali Kota Semarang

Senin Besok, Mbak Ita Akan Resmi Dilantik Ganjar Jadi Wali Kota Semarang

Regional
Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Regional
Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Regional
BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

Regional
Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Regional
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Regional
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Regional
Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Regional
Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Regional
LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

Regional
Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Regional
BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

Regional
Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Regional
Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Regional
Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.