Kompas.com - 15/09/2017, 16:48 WIB
|
EditorErlangga Djumena

KENDARI, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrum Tombili menyatakan, tablet yang mengandung Paracetamol, Cafein dan Carisoprodol (PCC) dan beredar di Kendari bukan obat yang bisa menyembuhkan.

“Kami tidak mengakui PCC itu sebagai obat, melainkan hanya sebuah produk yang berbentuk obat dan diedarkan secara ilegal,” ungkap Asrum dalam keterang pers di Kantor BPOM Sultra, Jumat (15/9/2017).

Menurut dia, beberapa tahun yang lalu, PCC memang pernah beredar namun telah ditarik izin edarnya. “PCC ini sudah tidak dibenarkan lagi untuk beredar karena lebih banyak mendatangkan kerugian. Sebenarnya yang ditarik Carisoprodolnya karena menimbulkan efek gangguan kejiwaan,” kata dia.

Dampak dari penyalahgunaan PCC ini bisa menggangu orientasi orang yang mengkonsumsinya.   Adapun langkah pertama yang harus dilakukan terhadap korban PCC adalah mendetoksinasi dengan memberi infus bagi yang tidak sadar.

Baca juga: RSJ Kendari Terpaksa Ikat Kaki dan Tangan Korban Obat PCC

"Dikasih infus dulu, untuk menghentikan anti kejang dengan harapan urine atau kencing akan keluar dan akan hilang. Hentikan kontak di rumah jangan sampai ada memberikan tambahan lagi," ujarnya.

Untuk yang overdosis PCC, korban bisa berhalusinasi dan salah satu organ vital berhenti. "Otak dan jantung berhenti, mereka mengalami kejang-kejang hingga membenturkan kepalanya dan melukai dirinya. Itu gejala awal dari over dosis pemakaian PCC," ucapnya.

Sementara itu, kepala BPOM Kendari Adillah Pababbari menyebutkan, PCC merupakan obat ilegal yang tidak memiliki izin edar dan dijual perorangan tanpa adanya kemasan.

“Salah satu kandungan dari PCC sendiri yakni Carisoprodol yang tergolong dalam obat keras berdasarkan surat keputusan Menteri Kesehatan No 6171/A/SK/73 tanggal 27 Juni 1973 tentang Tambahan Obat Keras Nomor Satu dan Nomor Dua," katanya.

Efek dari konsumsi PCC adalah terjadi relaksasi otot dan berlangsung singkat karena dalam tubuh segera dimetabolisme.

Dia mengatakan, Carisoprodol yang memiliki nama dagang Somadril mendapatkan izin edar di Indonesia, namun pada tahun 2014 dilakukan penarikan dan pembatalan izin edar.

Baca juga:  Seorang Pelajar Tewas Usai Konsumsi Obat, 13 Lainnya Dilarikan ke RSJ

Halaman:
Baca tentang



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Regional
Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Regional
NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

Regional
Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Regional
Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Regional
Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Regional
Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Regional
Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Regional
Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Regional
Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Regional
'T-Rex' yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

"T-Rex" yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

Regional
Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Regional
Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Regional
Wujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif, Bobby Ajak Seluruh Elemen Kolaborasi Cegah Korupsi

Wujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif, Bobby Ajak Seluruh Elemen Kolaborasi Cegah Korupsi

Regional
Pemprov Riau Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Rp 676,9 Juta ke Bupati Herman Suherman

Pemprov Riau Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Rp 676,9 Juta ke Bupati Herman Suherman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.