17 Ekor Kambing di Malang Mati Diserang Binatang Buas - Kompas.com

17 Ekor Kambing di Malang Mati Diserang Binatang Buas

Kompas.com - 14/09/2017, 07:59 WIB
17 ekor kambing kibas mati di Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Rabu (13/9/2017)KOMPAS.com / Andi Hartik 17 ekor kambing kibas mati di Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Rabu (13/9/2017)

MALANG, KOMPAS.com - Sebanyak 17 ekor kambing kibas mati di Dusun Ketangi, Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Rabu (13/9/2017).

Belum diketahui penyebab pasti matinya hewan ternak itu. Diduga, kambing-kambing itu mati karena serangan binatang buas. Sebab, di setiap kambing yang mati terdapat luka di bagian tubuhnya.

Muhammad Efendi, pemilik kambing itu mengaku mengetahui kambingnya sudah tergelatak mati saat hendak memberi makan sekitar pukul 6.00 WIB.

"Tahu-tahu, mau kasih makan sudah mati semua," katanya.

Dikatakannya, total kambing miliknya sebanyak 27 ekor. Kambing-kambing itu disimpan di satu lokasi, yakni di belakang rumahnya. Dengan begitu, kambing yang tersisa tinggal 10 ekor.

Baca juga: Suraji Sedih 7 Kambing Miliknya Mati Dimangsa Hewan Buas

Efendi mengaku mengalami kerugian senilai Rp 20 juta akibat matinya 17 ekor kambing itu.

"Kambing yang mati ada yang sudah bunting. Yang betina rata-rata bunting," jelasnya.

Petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang Supono mengatakan, tidak ditemukan penyakit yang menyertai kambing-kambing yang mati tersebut.

"Kalau penyakit tidak ada. Kemungkinan hewan buas itu," katanya.

Baca juga: 56 Kambing yang Mati Misterius Diduga karena Digigit Anjing

Kompas TV Peristiwa ternak mati bukan kali pertama terjadi.


EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya

Alasan Polisi Larang Siaran Langsung Persidangan Aman Abdurrahman

Alasan Polisi Larang Siaran Langsung Persidangan Aman Abdurrahman

Megapolitan
Cara Bir Pletok Peci Merah Rebut Perhatian Pembeli

Cara Bir Pletok Peci Merah Rebut Perhatian Pembeli

Megapolitan
Apel HUT Jakarta Berlangsung, PNS Ngobrol dan Duduk di Barisan Belakang

Apel HUT Jakarta Berlangsung, PNS Ngobrol dan Duduk di Barisan Belakang

Megapolitan
Ramai-ramai Menolak 'Presidential Threshold'...

Ramai-ramai Menolak "Presidential Threshold"...

Nasional
Lepas dari Kandang, Singa di Kebun Binatang Belgia Ditembak Mati

Lepas dari Kandang, Singa di Kebun Binatang Belgia Ditembak Mati

Internasional
Mengaku Dikeroyok, Ronny Berencana Laporkan Anggota DPR RI Herman Hery ke MKD

Mengaku Dikeroyok, Ronny Berencana Laporkan Anggota DPR RI Herman Hery ke MKD

Megapolitan
Serba-serbi Mudik, Kisah Polisi Batang Temukan Anak Pemudik yang Ketinggalan di 'Rest Area'

Serba-serbi Mudik, Kisah Polisi Batang Temukan Anak Pemudik yang Ketinggalan di "Rest Area"

Regional
Aman Abdurrahman Bertopang Dagu Saat Hakim Bacakan Berkas Perkara

Aman Abdurrahman Bertopang Dagu Saat Hakim Bacakan Berkas Perkara

Megapolitan
Pemilik Toko Bakar Tokonya Sendiri demi Klaim Asuransi Rp 20 Miliar

Pemilik Toko Bakar Tokonya Sendiri demi Klaim Asuransi Rp 20 Miliar

Regional
Alasan Ketua DPR Tolak Hak Angket Pengangkatan Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar

Alasan Ketua DPR Tolak Hak Angket Pengangkatan Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar

Nasional
Beasiswa S1 dan S2 dari Macquarie University Australia

Beasiswa S1 dan S2 dari Macquarie University Australia

Edukasi
Lintasan Sepeda Velodrome di Rawamangun Pakai Kayu Siberia Sepanjang 250 Meter

Lintasan Sepeda Velodrome di Rawamangun Pakai Kayu Siberia Sepanjang 250 Meter

Megapolitan
Polisi Terapkan Penjagaan Ketat pada Persidangan Aman Abdurrahman

Polisi Terapkan Penjagaan Ketat pada Persidangan Aman Abdurrahman

Megapolitan
KM Sinar Bangun Tenggelam, YLKI Minta Syahbandar Dipidana

KM Sinar Bangun Tenggelam, YLKI Minta Syahbandar Dipidana

Nasional
HUT DKI, Ketua DPRD Berharap Hubungan dengan Anies-Sandi Membaik

HUT DKI, Ketua DPRD Berharap Hubungan dengan Anies-Sandi Membaik

Megapolitan

Close Ads X