Dihukum Cambuk 100 Kali, Wanita Ini Menangis

Kompas.com - 08/09/2017, 17:31 WIB
Salah seorang terhukum cambuk, Ema menjalani eksekusi cambuk 100 kali karena tersangkut kasus khalwat di halaman Islamic Center, Lhokseumawe, Jumat (8/9/2017). KOMPAS.com/MasriadiSalah seorang terhukum cambuk, Ema menjalani eksekusi cambuk 100 kali karena tersangkut kasus khalwat di halaman Islamic Center, Lhokseumawe, Jumat (8/9/2017).
|
EditorFarid Assifa

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Mazidah (31) asal Sumatera Utara, salah seorang terhukum cambuk terlihat menutupi wajahnya dengan menggunakan ujung jilbab dan menundukkan kepalanya saat berjalan dari mobil menuju panggung eksekusi di halaman Masjid Islamic Center, Lhokseumawe, Jumat (8/9/2017).

Dua orang wanita polisi syariah mengapitnya di kiri dan kanan. Mereka memegang lengan wanita yang akrab disapa Ema ini.

Begitu naik ke panggung, ribuan warga yang menyaksikan eksekusi cambuk itu pun berteriak. Meminta terhukum membuka ujung jilbab yang membalut wajahnya.

“Buka, buka kain di mulutnya,” teriak warga secara bersamaan.

Memang secara aturan tak boleh menutup wajah. Karena itu, panitia meminta Ema membuka penutup wajahnya. Lalu dia pun duduk dengan mengapit kedua tangannya di paha.

Baca juga: Ribuan Orang Saksikan Eksekusi 3 Terhukum Cambuk di Lhokseumawe

Setelah itu, algojo dipandu jaksa mulai mencabuk dengan menggunakan rotan sebanyak 100 kali. Ema menitikan air mata menahan sabetan cambuk tersebut.

Dia tersangkut kasus khalwat (mesum) beberapa waktu lalu dan Mahkamah Syariah Lhokseumawe memvonisnya 100 kali cambukan.

Sampai hitungan ke-100 Ema tampak bertahan meski wajahnya memerah dan air matanya menetes.

Pelaksaan eksekusi cambuk sendiri sempat tertunda selama satu jam. Panitia meminta anak-anak berusia di bawah 18 tahun pulang ke rumahnya. Namun, anak-anak tetap bertahan di depan panggung eksekusi.

Matahari yang terik tak menyurutkan niat masyarakat menyaksikan penegakan hukum syariat Islam itu. Selama satu jam menunggu, anak-anak masih terlihat di lapangan.

Lalu, panitia memulai acara dengan pembacaan ayat suci Quran, disusul dengan tausiah dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Lhokseumawe.

Baca juga: Pasangan "Gay" di Aceh Dihukum Cambuk 85 Kali

Setelah menjalani hukuman, Ema dibawa tim medis yang disediakan panitia. Mereka lalu dibawa ke salah satu rumah sakit di Lhokseumawe.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Jaringan Telkomsel Mati Total

Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Jaringan Telkomsel Mati Total

Regional
Kritik Kebijakan Bupati Lewat Facebook, Ketua PGRI Jember Diperiksa Inspektorat

Kritik Kebijakan Bupati Lewat Facebook, Ketua PGRI Jember Diperiksa Inspektorat

Regional
Jual 20 Gadis Lewat MiChat, Penjual Mainan Anak Ditangkap

Jual 20 Gadis Lewat MiChat, Penjual Mainan Anak Ditangkap

Regional
Kerangka Manusia Ditemukan di Kebun Sawit Luwu Utara, Ini Hasil Penyelidikan Polisi

Kerangka Manusia Ditemukan di Kebun Sawit Luwu Utara, Ini Hasil Penyelidikan Polisi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 11 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 11 Agustus 2020

Regional
PDI-P Umumkan Calon Pengganti Risma pada 19 Agustus 2020, Siapa Dia?

PDI-P Umumkan Calon Pengganti Risma pada 19 Agustus 2020, Siapa Dia?

Regional
Anggota DPRD Tak Percaya Covid-19, Walkot Ambon: Tinggal Saja di Lokasi Karantina

Anggota DPRD Tak Percaya Covid-19, Walkot Ambon: Tinggal Saja di Lokasi Karantina

Regional
Ayah Bunuh Bayi 40 Hari karena Ditolak Istri Saat Minta Berhubungan Badan, Begini Kronologinya

Ayah Bunuh Bayi 40 Hari karena Ditolak Istri Saat Minta Berhubungan Badan, Begini Kronologinya

Regional
CCTV Rusak, Penyebab Hilangnya 33 Tiang Pembatas Jembatan Ampera Masih Misterius

CCTV Rusak, Penyebab Hilangnya 33 Tiang Pembatas Jembatan Ampera Masih Misterius

Regional
Sisi Jalan Tol Palindra Ogan Ilir Terbakar, Jarak Pandang Pengendara Sempat Terganggu

Sisi Jalan Tol Palindra Ogan Ilir Terbakar, Jarak Pandang Pengendara Sempat Terganggu

Regional
Merasa Dihina di Medsos, Anggota DPRD Ciamis Laporkan Anak Gadisnya ke Polda Jabar

Merasa Dihina di Medsos, Anggota DPRD Ciamis Laporkan Anak Gadisnya ke Polda Jabar

Regional
Ngajar di Pedalaman, Guru Honorer Ini Dihadiahi Rp 15 Juta dari Jokowi

Ngajar di Pedalaman, Guru Honorer Ini Dihadiahi Rp 15 Juta dari Jokowi

Regional
Uji Klinis Fase 3 Resmi Dimulai, Erick Thohir Pastikan Calon Vaksin Covid-19 Halal

Uji Klinis Fase 3 Resmi Dimulai, Erick Thohir Pastikan Calon Vaksin Covid-19 Halal

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Agustus 2020

Regional
Seorang Wartawan di Kalsel Divonis 3 Bulan Penjara karena Berita

Seorang Wartawan di Kalsel Divonis 3 Bulan Penjara karena Berita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X