Kompas.com - 04/09/2017, 11:41 WIB
Warga sedang panen ikan nila di saluran irigasi di Klodran, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (3/8/2017). KOMPAS.com/ M WismabrataWarga sedang panen ikan nila di saluran irigasi di Klodran, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (3/8/2017).
|
EditorErlangga Djumena

KARANGANYAR, KOMPAS.com - Berawal dari kegelisahan Bambang Agus dan para pemuda kampung Tugu Boto Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang melihat saluran air penuh sampah. Mereka bergerak untuk membersihkan saluran air yang penuh sampah itu dan menanaminya dengan ikan.

Kini saluran air sepanjang kurang lebih 600 meter di Desa Klodran, RT 4/ RW 10, Karanganyar, Jawa Tengah tersebut menjadi berkah bagi warga sekitar. Selain indah dipandang mata, saluran air tersebut juga memberi rezeki bagi warga. 

Ditemui di rumahnya, Bambang Agus (40) menceritakan awal muasal saluran irigasi berisi ribuan ikan nila tersebut. Sekitar tahun 2008, saluran air untuk persawahan di wilayah Klodran dan sekitarnya seperti tempat sampah.

"Dulu selokan depan rumah ini banyak sampah, terutama plastik. Lalu pendangkalannya juga parah serta baunya minta ampun. Kemudian sekitar tahun 2008, warga khususnya pemuda di sini inisiatif untuk membersihkan selokan lalu disebar bibit ikan. Dulu sempat diprotes petani petani karena dianggap menghambat saluran air untuk sawah, tapi setelah duduk bersama, akhirnya bisa selesai dengan damai," kata Bambang, Minggu (3/9/2017).

Baca juga: Yuk Pelihara Ikan Koi di Selokan Depan Rumah

Dia menyebutkan,  awalnya warga hanya asal saja memberi bibit ikan, karena tujuannya hanya agar selokan bersih saja. Namun, setelah itu warga memilih untuk khusus menebar bibit ikan nila.

Pengelolaannya juga sudah ditata dengan membentuk kelompok peternak ikan agar kegiatan tersebut bisa memberikan pendapatan kepada warga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setelah dilihat ada potensi mendapatkan rezeki, kita tata dengan baik dan juga konsultasi dengan penyuluh perikanan dari kelurahan. Lalu kita pilih ikan nila karena baik dipelihara di kondisi air mengalir," kata Bambang yang dulunya pedagang asongan, Minggu (3/8/2017).

Saat ini kolam ikan nila di saluran irigasi sudah sepanjang kuran lebih 600 meter dan dikelola oleh kurang lebih 20 anggota paguyuban peternak ikan di Kampung Klodran atai sering dikenal Kampung Tugu Boto tersebut.

Warga sedang panen ikan nila di saluran irigasi di Klodran, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (3/8/2017).KOMPAS.com/ M Wismabrata Warga sedang panen ikan nila di saluran irigasi di Klodran, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (3/8/2017).
"Bulan kemarin kita tebar 3.500 bibit ikan, dan habis 25 zak pakan. Kita bisa panen 5 kuintal dan harga jualnya per kilogram mencapai Rp 24.000. Kita sudah ada divisi pemasaran dan saat ini kita kerepotan melayani permintaan dari wilayah Solo Raya," kata Ketua Paguyuban Peternak Ikan Tugu Boto ini.

Sementara itu, pihak pemerintahan setempat mendukung adanya inisiatif warga yang mengelola ikan di lahan saluran air irigasi tersebut. Jarot, Sekretaris Desa Klodran, menyebutkan, pihaknya mendukung kegiatan yang berawalnya dari pembersihan sampah yang berada di saluran air. Selain menyebabkan banjir, juga sumber polusi.

"Kita dukung dan senang adanya inisiatif warga ini, dan kita akan dampingi agar bisa lebih maksimal," kata Jarot pada hari Minggu (3/9/2017).

Saluran irigasi yang dulunya penuh sampah itu, kini menjadi tempat rekreasi favorit warga. Setiap sore mulai anak-anak hingga orang dewasa berkumpul di tempat itu. Selain menghirup udara sejuk, mereka juga menikmati pemandangan ribuan ikan nila yang berenang di jernihnya air selokan itu.

Baca juga: Susi: Ngapain Bikin KTP untuk Ikan, Selesaikan Saja Dulu E-KTP



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X