Kompas.com - 29/08/2017, 07:07 WIB
Putri dan Dewi, anak kembar siam asal Garut saat tengah bermain di ranjang rawat RSHS Bandung, Senin (28/8/2018) Dokumentasi Humas RSHS Bandung Putri dan Dewi, anak kembar siam asal Garut saat tengah bermain di ranjang rawat RSHS Bandung, Senin (28/8/2018)
|
EditorErlangga Djumena

BANDUNG, KOMPAS.com - Al Putri Anugrah (Putri) dan Al Putri Dewiningsih (Dewi) tengah sibuk menyusun mainan berupa kepingan plastik susun di atas ranjang rawat ruang Kemuning, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Senin (28/8/2017).

Meski dengan posisi badan terbaring, keduanya tampak lincah menyusun kepingan plastik hingga berbentuk menyerupai mobil. Ruang gerak keduanya kadang terbatas.

Hal itu disebabkan karena Putri dan Dewi terlahir dengan kondisi kembar siam dempet. Bisa dibilang, Putri dan Dewi punya dua jiwa dalam satu raga.

Keduanya terlahir dengan kondisi dempet yang memiliki dua kepala, dua badan, empat tangan dan tiga kaki serta sejumlah organ vital yang menyatu. Dengan kondisi itu, sulit kemungkinan pemisahan badan dilakukan.

Putri dan Dewi adalah anak dari pasangan suami istri Iwan Kurniawan (39) Yani (30), warga Kampung Padasari, Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut.

Iwan, sang Ayah, berkisah tentang kondisi janin dua putrinya yang sempat dia sembunyikan dari sang istri. Proses kelahiran Putri dan Dewi terjadi di salah satu rumah sakit di Tanjung Pinang.

Saat itu, kata Iwan, kejanggalan tentang kondisi bayinya mulai tampak pada usia kehamilan 7 bulan. Saat menjalani pemeriksaan USG, sang dokter memperlihatkan hasil yang membuat Iwan terkejut karena melihat fisik anaknya mengalami kelainan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: RSHS: Balita Kembar Siam Asal Garut Tidak Bisa Dipisahkan

Iwan tak mau membuat sang istri kecewa. Dia pun bersiasat bersama dokter untuk menyembunyikan keadaan fisik buah hatinya dari Yani. Putri dan Dewi lahir pada 29 Oktober 2013. Bahkan, 45 hari setelah kelahiran sang bayi, Yani belum mengetahui kenyataan berat yang ia hadapi. Sebab, sang bayi masih diisolasi di rumah sakit tersebut.

"Di USG kelihatan, saya tutupin dari istri saya. Saya sama dokter kompak lah begitu. Namun, sekarang istri saya sudah ikhlas dan menganggap punya satu bayi saja, " kata Iwan saat ditemui di RSHS Bandung, Senin (28/8/2017).

Sebelum tiba di RSHS Bandung pada Jumat (25/8/2017) lalu, Iwan sempat berikhtiar untuk membuat kondisi fisik kedua putrinya lebih baik. Sesaat setelah kelahiran, Putri dan Dewi sempat dibawa ke RSUD Kijang lalu dirujuk ke RS Angkatan Laut dan RS Awal Bros Riau. Putri dan Dewi kembali dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo.

Dari kunjungan ke sejumlah rumah sakit, Iwan dan Yani tak mendapat hasil memuaskan. Dia pun memutuskan untuk merawat Putri dan Dewi seadanya lantaran kehabisan biaya.

"Pada 2016 dibawa pulang ke Garut. Tapi pihak RSCM saat itu menyarankan untuk mendatangi RSHS Bandung, karena RSHS katanya sudah pengalaman menangani pasien kembar siam, " ujar Iwan yang kini berprofesi sebagai buruh serabutan itu.

Akhirnya Iwan mendapat respons positif dari pihak RSHS Bandung. Dia pun sadar jika pemisahan tubuh Putri dan Dewi tak bisa dilakukan. Namun, dia meminta agar pihak RSHS bisa memotong satu dari tiga kaki yang dianggap menghalangi mobilitas putrinya.

"Vonisnya enggak bisa dipisah. Nah sekarang ada istilah kedokteran aksesoris kaki tambahan ketiga, kita minta dipotong saja karena Putri dan Dewi suka ngeluh sakit," tuturnya.

Keterbatasan fisik tak menghalangi Putri dan Dewi untuk beraktivitas. Iwan mengatakan, Putri dan Dewi sangat aktif dan punya rasa ingin tahu yang tinggi.

"Putri dan Dewi itu senangnya menggambar, sangat aktif. Bahkan mereka itu sudah hafal doa pendek, sudah mulai bisa baca al Quran, diajarin ibunya," ungkap Iwan.

"Mereka itu sangat ingin sekolah, " tambah Iwan dengan nada lirih.

Baca juga: Bayi Kembar Siam Dempet Dada Miliki Kelainan Jantung

Iwan mengatakan, mulutnya kerap kaku ketika Putri dan Dewi bertanya dengan polos tentang kondisi fisiknya yang berbeda. Bahkan sang istri, lanjut Iwan, kerap menangis jika pertanyaan tersebut terlontar.

"Dia itu ceria, tapi kadang suka bertanya, badan ayah begitu, ibu begitu tapi kakak sama adik begini," tutur Iwan menirukan pertanyaan Putri dan Dewi.

"Dia pasti nanya terus mau pakai baju. Mamanya selalu menghindar, enggak tahan," ucapnya.

Proses pemotongan kaki Putri dan Dewi menjadi upaya terakhir Iwan dan Yani untuk membuat kualitas hidup keduanya lebih baik. Proses operasi akan dilakukan oleh tim RSHS pada pekan depan. 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.