Bandung Hari Ini adalah Hasil Kerja Bersama

Kompas.com - 19/08/2017, 08:11 WIB
Pengunjung mengamati salah satu maket wilayah pembangunan kota Bandung saat Peluncuran Bandung Planning Gallery di kawasan Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (1/8/2017). Bandung Planning Gallery yang diklaim sebagai konsep pembangunan kota berteknologi tercanggih dan terbesar di Indonesia ini dihadirkan untuk sarana edukasi serta transparansi informasi bagi publik terkait pencanangan pembangunan kota Bandung masa lalu hingga perencanaan pembangunan dalam 30 tahun ke depan. ANTARA FOTO/FAHRUL JAYADIPUTRAPengunjung mengamati salah satu maket wilayah pembangunan kota Bandung saat Peluncuran Bandung Planning Gallery di kawasan Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (1/8/2017). Bandung Planning Gallery yang diklaim sebagai konsep pembangunan kota berteknologi tercanggih dan terbesar di Indonesia ini dihadirkan untuk sarana edukasi serta transparansi informasi bagi publik terkait pencanangan pembangunan kota Bandung masa lalu hingga perencanaan pembangunan dalam 30 tahun ke depan.
EditorLaksono Hari Wiwoho

TEMA peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI pada tahun ini, yaitu Kerja Bersama, sangat selaras dan sesuai dengan apa yang sudah dan sedang berlangsung di Kota Bandung. Apa yang sudah dicapai Kota Bandung hari ini adalah hasil dari kerja bersama.

Sejatinya, semangat kerja bersama telah dimanifestasikan oleh pemerintah dan warga Kota Bandung sejak lama.

Pada tahun 2013 lalu, upaya itu direalisasikan dalam bentuk program membangun sejuta biopori, yang kemudian dilanjutkan dalam program Gerakan Pungut Sampah, yang dilaksanakan secara rutin pada Senin, Rabu, dan Jumat di seluruh wilayah di Kota Bandung.

Upaya kerja bersama bersama pemerintah dan warga Kota Bandung pun menuai hasil yang membanggakan. Penghargaan Adipura yang tidak pernah menyambangi Kota Bandung sejak 17 tahun lamanya pada tahun 2015 kembali diraih.

Penghargaan ini juga kami raih di tahun berikutnya dan kemudian pada tahun 2017 ini Kota Bandung kembali mendapatkannya untuk kali ketiga.

Itu satu contoh kerja bersama pemerintah dan warga Kota Bandung di bidang kebersihan. Dalam upaya memangkas porsi kewenangan wali kota dan desentralisasi birokrasi pembangunan, pemerintah Kota Bandung sejak tahun 2015 juga meluncurkan Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan dan Kewilayan (PIPPK) yang dalam pelaksanaannya mampu meningkatkan partisipasi warga dalam setiap kegiatan pembangunan.

PIPPK tidak melulu urusan pemerintah Kota mendistribusikan dana segar senilai Rp 100 juta per RW setiap tahun untuk kemudian dibelanjakan, seperti yang diasumsikan beberapa kalangan.

Esensi dari PIPPK adalah bagaimana warga secara aktif dan partisipatif dapat merancang sendiri program-program pembangunan di wilayahnya yang kemudian pembangunannya biayai pemerintah kota melalui PIPPK.

Model partisipasi pembangunan dari bawah ke atas (bottom up) ini telah mengubah paradigma pembangunan di Kota Bandung, yang selama ini selalu dari atas ke bawah (top down), sekaligus menjadi model pembangunan ideal.

Sebagai gambaran, realisasi anggaran PIPPK tahun 2016 berdasarkan realisasi dari Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) per tanggal 30 Desember 2016, penyerapan anggaran PIPPK adalah sebesar Rp 199.868.187.911 dari total anggaran sebesar Rp 207.957.546.235 atau sebesar 96,11 persen.

Realisasi PIPPK tersebut untuk memfasilitasi kegiatan lembaga kemasyarakatan kelurahan, yang terdiri dari fasilitasi kelembagaan 30,92 persen, infrastruktur 49,10 persen, kegiatan pendukung kebersihan 5,44 persen, dan pelatihan serta kegiatan sosial lainnya sebesar 14,53 persen. Realisasi penyerapan anggaran PIPPK diharapkan akan semakin meningkat di tahun 2017 ini.

PIPPK ini diberikan tambahan kekuatan berupa Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 185 Tahun 2015 tentang Pelimpahan Sebagian Urusan Wali Kota Bandung kepada Camat dan Lurah. Lewat peraturan ini, camat dan lurah dapat langsung mengeksekusi kebijakan untuk 165 urusan (camat) dan 158 urusan (kelurahan) tanpa harus menunggu persetujuan wali kota.

Melalui pelimpahan sebagian urusan ini, akselerasi pembangunan di Kota Bandung diharapkan semakin cepat tanpa dibelenggu kendala birokrasi. Di sisi lain, warga juga semakin terlibat aktif dalam setiap kegiatan pembangunan karena juga akan berdampak kepada warga sebagai pemilik dan perencana program.

Tentu, masih banyak kerja bersama lain yang telah dan sedang dikerjakan di Kota Bandung. Harapannya, upaya kerja bersama ini sejalan dengan apa yang dijalankan di tingkat pusat upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diburu Selama 55 Hari, Pembakar Ningsih, Wanita Asal Kulon Progo Akhirnya Ditangkap

Diburu Selama 55 Hari, Pembakar Ningsih, Wanita Asal Kulon Progo Akhirnya Ditangkap

Regional
Irwan, Petani Lulusan S2 Ciptakan Media Tanam dari Popok Bayi, Ini Kelebihannya

Irwan, Petani Lulusan S2 Ciptakan Media Tanam dari Popok Bayi, Ini Kelebihannya

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemeriksaan di Perbatasan Sulbar-Sulteng Diperketat

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemeriksaan di Perbatasan Sulbar-Sulteng Diperketat

Regional
Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas Guguran Setinggi 1.500 Meter

Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas Guguran Setinggi 1.500 Meter

Regional
4 Pria Perkosa Remaja di Bawah Umur, 2 Pelaku Ditangkap

4 Pria Perkosa Remaja di Bawah Umur, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Jenazah Santri yang Hilang Saat Tolong Teman Tenggelam Ditemukan

Jenazah Santri yang Hilang Saat Tolong Teman Tenggelam Ditemukan

Regional
Libur Panjang, Kebun Raya Cibodas Mulai Diserbu Wisatawan

Libur Panjang, Kebun Raya Cibodas Mulai Diserbu Wisatawan

Regional
Libur Panjang, Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Naik Kereta Api

Libur Panjang, Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Naik Kereta Api

Regional
Kasus AWK, Anggota DPD RI yang Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali, Mengaku Telah Baca Kitab Suci

Kasus AWK, Anggota DPD RI yang Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali, Mengaku Telah Baca Kitab Suci

Regional
Libur Panjang, Wisatawan Candi Borobudur Jalani Rapid Test Acak

Libur Panjang, Wisatawan Candi Borobudur Jalani Rapid Test Acak

Regional
Tol Jakarta-Cikampek Padat, 'Contraflow' Diberlakukan

Tol Jakarta-Cikampek Padat, "Contraflow" Diberlakukan

Regional
Gempa Putus Kabel PLN di Mamuju Tengah, Listrik Ratusan Rumah Padam

Gempa Putus Kabel PLN di Mamuju Tengah, Listrik Ratusan Rumah Padam

Regional
Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Ngaku Sudah Cabut Laporan, Polda: Kami Belum Terima

Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Ngaku Sudah Cabut Laporan, Polda: Kami Belum Terima

Regional
Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

Regional
Lumba-lumba 2,5 Meter Ditemukan Mati di Perairan Gunungkidul

Lumba-lumba 2,5 Meter Ditemukan Mati di Perairan Gunungkidul

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X