4 Tersangka Pembunuhan Prada Yanuar Jalani Sidang Perdana di PN Denpasar

Kompas.com - 31/07/2017, 22:47 WIB
 Tersangka Pembunuh Prada Yanuar saat menjalani Sidang Perdana di PN Denpasar, Senin (31/7/2017) Robinson Gamar Tersangka Pembunuh Prada Yanuar saat menjalani Sidang Perdana di PN Denpasar, Senin (31/7/2017)
|
EditorFarid Assifa

DENPASAR, KOMPAS.com - Empat terdakwa dalam kasus pembunuhan anggota Prada Yanuar Setyawan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (31/7/2017).

Mereka adalah KCA, IC, KTA serta tersangka utama DKDA. Keempatnya disidang oleh Ketua majelis hakim Agus Walujo Tjahjono dan dua hakim anggota, Made Sukereni dan I Wayan Kawisada. 

Karena para terdakwa tersebut masih di bawah umur, maka persidangan digelar secara tertutup dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Baca juga: Sebelum Bunuh Prada Yanuar, Remaja Ini Tenggak Minuman Keras

Sidang berlangsung dalam 3 tahap. Terdakwa IC mendapat giliran pertama untuk mendengarkan surat dakwaan dari JPU. Dalam sidang, JPU Made Citra Mayasari dan kawan- kawan mendakwa IC dengan Pasal 170 ayat 2 ke 1 (primair) atau pasal 170 ayat atau 351 ayat 1 Jo UU RI Nomor 11 Tahun 2012 sehingga terancam 3,5 tahun penjara. 

Selanjutnya, terdakwa IC bersama dua terdakwa lain, yakni KCA dan KTS dihadirkan secara bersama untuk mendengar surat dakwaan JPU. 

Di muka sidang, jaksa IGAA Fitria Candrawati mendakwa ketiganya dengan Pasal 170 ayat (2) atau Pasal ayat (2) ke 1 KUHP Jo UU RI Nomor 11 Tahun 2012. Sedangkan untuk terdakwa DKDA, mendapat giliran terakhir untuk mendengarkan surat dakwaan JPU.

Dalam sidang, jaksa Made Citra Mayasari mendakwa terdakwa dengan tiga pasal sekaligus, yakni Pasal 338 KUHP Jo Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak atau Pasal 170 ayat (2) angka 3 Jo UU RI Nomor 11 tahun 2012 atau Pasal 351 ayat (3) KUHP Jo UU RI Nomor 11 Tahun 2012.

Terkait unsur Pasal 338 KUHP itu, karena salah satu terdakwa adalah pelaku utama penusukan sehingga terancam 7,5 tahun penjara. 

Baca juga: Kerabat Prada Yanuar Juga Jadi Korban Penganiayaan Pelaku

Atas dakwaan jaksa, terdakwa DKDA yang didampingi penasihat hukum I Gusti Agung Dian Hendrawan tidak mengajukan eksepsi. "Kami tidak mengajukan eksepsi, "ujar Agung Dian. 

Selanjutnya sidang ditunda dan dilanjutkan Kamis (3/8/2017) dengan agenda pemeriksaan saksi. 

Sebelumnya Prada Yanuar Setiawan, anggota TNI yang sedang menjalani pendidikan dikjur infantri di Pulaki-singaraja, tewas seusai dianiaya sekelompok remaja pada Minggu (9/6/2017) subuh.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Bypass Ngurah Rai, Nusa Dua, Kuta Selatan. Yanuar tewas dengan luka tusuk di bagian dada.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X