Di Bawah Pohon Waru, Brigpol Kresna Ola Ajari Warga Membaca dan Menulis

Kompas.com - 23/07/2017, 09:00 WIB
Brigpol Krispianus Ola Komek (Kresna Ola), sedang mengajari membaca dan menulis terhadap puluhan warga Dusun Weain, Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih buta huruf, Sabtu (22/7/2017) di bawah pohon Waru Kompas.com/Sigiranus Marutho BereBrigpol Krispianus Ola Komek (Kresna Ola), sedang mengajari membaca dan menulis terhadap puluhan warga Dusun Weain, Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih buta huruf, Sabtu (22/7/2017) di bawah pohon Waru
|
EditorCaroline Damanik

Semua pertanyaan sederhana dari Brigpol Kresna dijawab dengan benar. Rutinitas ini sudah berlangsung sejak sejak Oktober 2016 sehingga saat ini sebagian besar warga sudah bisa membaca dan menulis.

Proses belajar mengajar berlangsung maksimal dua jam mulai pukul 9.00 Wita hingga pukul 11.00 Wita dan digelar selama dua kali dalam sepekan.

Saat ditemui di lokasi tempat mengajar, Sabtu (22/7/2017), Brigpol Kresna mengaku menemukan sebagian warga desa itu tidak bisa membaca dan menulis sejak ditugaskan sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Kenebibi. Oleh karena itu, dia berinisiatif untuk mengajar secara sukarela tanpa dibayar.

“Memang di sini (Desa Kenebibi) tingkat kerawanan tinggi sekali dan juga sumber daya manusia pun terbatas, makanya saya membentuk komunitas buta aksara ini. Awalnya dari Satuan Binmas Polres Belu dan Polsek Kakuluk Mesak yang menurunkan program ini sehingga saya jalankan sejak Oktober 2016 hingga hari ini dan akhirnya kegiatan ini pun berhasil,” kata Kresna.

Selama mengajar pun, dia mengikuti keinginan warga. Bila musim tanam, maka dia tidak akan mengajar karena warga akan fokus bekerja di kebun. Setelah panen, baru dilanjutkan kegiatan itu.

“Dampak yang dirasakan masyarakat yang mengikuti kegiatan ini yakni sekarang dan warga di kampung ini tidak lagi buta huruf. Selain itu tingkat kerawanan kejahatan sudah hampir tidak ada lagi dan pola pikir masyarakat juga sudah berubah,” kata suami dari Beatrix Arensdorff Lapia dan ayah dari Maria Suryaningsy Uba Ola dan Renata Afriningtya Ina Perada itu.

Kresna pun tidak pernah merasa rugi telah membuang-buang waktunya untuk membantu warga. Bagi dia, semua warga adalah saudara yang harus dibantu agar bisa bebas dari buta huruf.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kresna berharap, ke depannya dia bisa terus beraktivitas seperti itu dan juga warga di kampung lainnya yang masih buta huruf bisa ikut bergabung di dalam kelompok belajarnya itu.

Dengan demikian, semua warga di wilayah kecamatan yang masih buta huruf bisa membaca dan menulis.

Sementara itu, salah seorang warga, Laurindo Do Santos, mengaku, semua warga sangat terbantu dengan kehadiran Brigpol Kresna di wilayah mereka.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.