Terima Keluhan Sistem Zonasi, Menteri Muhadjir Minta Semua Pihak Bersabar

Kompas.com - 13/07/2017, 06:48 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meresmikan gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Rabu (12/7/2017). KOMPAS.com/Ramdhan Triyadi BempahMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meresmikan gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Rabu (12/7/2017).
|
EditorReni Susanti

BOGOR, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berdasarkan zonasi diterapkan untuk pemerataan sekolah di setiap wilayah.

Meski begitu, Muhadjir mengakui, jika pihaknya saat ini masih menerima keluhan terkait kebijakan tersebut. Ia pun menegaskan, akan mengevaluasi aturan tersebut ke depannya.

"Saya minta semua pihak bersabar, karena ini kan baru tahun pertama," kata Muhadjir, di Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/7/2017).

Dirinya menambahkan, sistem zonasi dibuat untuk menghilangkan stigma sekolah favorit, membuka peluang bagi anak yang tinggal di lokasi sekolah terdekat, dan anak kurang mampu tetap bisa sekolah di lokasi terdekat.

(Baca juga: PPDB Online Kota Bekasi pada Jalur Zonasi Banyak yang Bermasalah)

 

"Sistem (zonasi) ini semangatnya agar anak kurang mampu tetap bisa sekolah negeri. Dengan dekatnya letak sekolah dengan domisili siswa, maka saya harap ongkos yang dikeluarkan oleh orangtua juga lebih murah," ucapnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Soal belum meratanya sekolah terdekat di sejumlah lokasi, ia menuturkan, hal itu adalah tugas pemerintah daerah setempat.

"Untuk masalah sarana-prasarana sekolah dari jenjang SD hingga SMP, kami serahkan ke pemerintah kabupaten dan kota. Sementara untuk SMA dan SMK, kami serahkan ke pemerintah provinsi," jelas dia.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mewajibkan semua sekolah untuk menerapkan sistem zonasi dalam menggelar PPDB tahun ajaran 2017/2018.

(Baca juga: Ditolak di SMA Negeri karena Sistem Zonasi, Siswa Ini Telepon Mendikbud)

Pemerintah provinsi mengawal PPDB untuk jenjang SMA/SMK sederajat, sedangkan pemerintah kota dan kabupaten mengawasi pelaksanaan pada jenjang SD/SMP sederajat.

Namun, pada implementasinya, aturan tersebut banyak menuai pro dan kontra dari sejumlah pihak, terutama orangtua.

Kompas TV Kebijakan 5 Hari Sekolah Akan Tetap Diterapkan (Bag 2)


 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X