Kompas.com - 10/07/2017, 14:02 WIB
Ilustrasi iStockphotoIlustrasi
|
EditorReni Susanti

DENPASAR, KOMPAS.com - Jenazah Prada Yanuar, anggota TNI yang tewas dikeroyok sekelompok remaja diterbangkan ke kampung halamannya di Desa Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT pada Senin (10/6/2017).

Sebelumnya jenazah Prada Yanuar disemayamkan di rumah duka RSAD Udayana, Denpasar selama satu malam.

Ketua Ikatan Keluarga Besar Flobamora Bali Yoseph Julius Diaz mengatakan, tepat pukul 10.00 Wita, jenazah almarhum bertolak dari RSAD menuju Bandara Ngurah Rai.

Selanjutnya diterbangkan menuju kampung halaman pada pukul 14.00 Wita menggunakan maskapai Nam Air menuju Bandara Udara Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. Dari sana, dilanjutkan jalan darat melalui kampung halaman almarhum.

(Baca juga: Terlibat Pembunuhan di Singapura, Perempuan Ini Ditangkap di Jambi)

 

"Tadi sekitar jam 10 ke Bandara, nanti jam 2 siang terbang ke kampung," ujar pria yang akrab disapa Yusdi ini.

Malam sebelumnya, Pangdam IX Udayana Mayjen Komarudin Simanjuntak telah memberikan penghormatan secara militer dilanjutkan pembacaan surat Yasin dan Tahlilan. Menurutnya, keluarga besar sangat berduka atas peristiwa yang menimpa Prada Yanuar.

Namun ia mengimbau, penyelesaian masalah diserahkan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Dia berharap, hukum benar-benar ditegakkan, sehingga dapat memberi efek jera serta pelajaran bagi semua pihak untuk tidak melakukan tindakan serupa di kemudian hari.

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan khususnya Kodam IX Udayana, sehingga semua proses pemulasaran dan penerbangan jenazah ke Labuan Bajo untuk seterusnya ke Reok dapat berjalan lancar," tutur Yusdi.

(Baca juga: Pelaku Pembunuhan Purnawirawan TNI AD Ditangkap)

 

Sebelumnya, Prada Yanuar Setiawan, anggota TNI yang sedang menjalani pendidikan Dikjur Infantri di Pulaki-Singaraja, tewas seusai dianiaya sekelompok remaja pada Minggu (9/6/2017) subuh.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Bypass Ngurah Rai, Nusa Dua, Kuta Selatan. Yanuar tewas dengan luka tusuk di bagian dada. Peristiwa bermula Yanuar berlibur pendidikan TNI pada Sabtu (8/6/2017).

Dia kemudian dijemput kerabat satu daerah untuk berlibur di wilayah Nusa Dua. Pada Minggu pagi, Yanuar melintasi tempat kejadian bersama temannya menggunakan sepeda motor. Di tempat ini mereka dihadang belasan remaja yang juga mengendarai sepeda motor.

Saat terjadi keributan, salah seorang remaja bernama Dewa Komang Dedi Antoni, mengeluarkan pisau dan menghujam dada Yanuar hingga tewas.

Sedangkan salah seorang temannya mengalami cidera. Yanuar sendiri berasal dari Kecamatan Reok, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Atas peristiwa ini polisi dari Polsek Kuta Selatan langsung melakukan TKP dan menahan sejumlah pelaku. Kapolsek Kuta Selatan Kompol I Wayan Latra mengatakan pihaknya telah menahan sejumlah orang. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X