Kompas.com - 05/07/2017, 18:11 WIB
Ilustrasi: Polres Banyuwangi menyita sebanyak 30 lembar uang palsu Rp 100.000 dari kantong pengedar uang palsu, Selasa (22/1/2013). Kompas/Siwi Yunita CahyaningrumIlustrasi: Polres Banyuwangi menyita sebanyak 30 lembar uang palsu Rp 100.000 dari kantong pengedar uang palsu, Selasa (22/1/2013).
|
EditorReni Susanti

BERAU, KOMPAS.com – Seorang pelajar kelas XI SMA di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, DAW (18) membuat uang palsu senilai Rp 7.150.000. Uang tersebut bahkan sudah dibelanjakan di warung kelontong. 

“Kita amankan pelaku beserta barang bukti untuk mencetak uang palsu itu,” ujar Kepala Satuan Reskrim Polres Berau, AKP Damus Asa, Rabu (5/7/2017). 

Damus menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan pemilik warung kelontong tempat DAW belanja. Sambil memperlihatkan bukti uang palsu, pemilik warung menceritakan pemuda yang belanja di warungnya dengan uang tersebut. 

Setelah mendapat laporan, polisi mendatangi warung dan memastikan ciri-ciri pelaku. Polisi lalu memperlihatkan foto DAW beserta alamat tinggalnya.

(Baca juga: Dilaporkan Tukang Tahu, 4 Pengedar Uang Palsu Ditangkap Polisi)

“Kami langsung selidiki dan tangkap pelaku di Jalan Ajisah II, Kecamatan Tanjung Redeb, Berau, Rabu (5/7/2017) pukul 09.00," ucapnya.

DAW tak berkutik ketika ditangkap. DAW mengaku melakukannya karena ingin mendapatkan uang asli dengan cara mudah. Yakni lewat uang kembalian yang ia peroleh dari tiap uang palsu yang dibelanjakannya untuk membeli rokok, sebotol minuman, hingga parfum.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dia mendapatkan Rp 258.000 uang (asli) yang diperoleh dari membelanjakan uang palsu,” tuturnya. 

Damus mengatakan, pelaku kooperatif. Ia menunjukkan tempat mencetak uang palsu di kamar kost Jalan Ajisah II Tanjung Redeb yang juga tempat tinggalnya.

(Baca juga: Uang Palsu Dipakai untuk Beli Sembako, Pedagang Resah)

 

Di sana, polisi mendapati 96 lembar uang palsu, terdiri dari 47 lembar pecahan Rp 100.000 dan 49 lembar pecahan Rp 50.000.

Polisi menyita seluruh uang palsu itu beserta berbagai peralatan dan bahan pencetak uang abal-abal ini, di antaranya printer Canon, satu rim kertas HVS F4, dua tinta printer, telepon selular, pisau pemotong kertas, penggaris, hingga dompet.

Polisi juga menyita beberapa barang yang dibeli dari warung, seperti satu bungkus rokok, satu botol minuman, dan parfum.

“Dia mengaku baru membelanjakan (uang palsu) di tanggal 4 Juli 2017 lalu. Tapi, kami tetap akan mengembangkan kasus ini karena bisa ada kemungkinan aksi ini berlangsung lama,” tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X