Dinilai Kumuh, Kios-kios di Selatan Stasiun Tugu Dibongkar

Kompas.com - 05/07/2017, 11:29 WIB
Petugas ‎PT Kereta Api Indonesia (KA) Daop VI Yogyakarta membongkar sejumlah kios di selatan Stasiun Tugu atau tepatnya di Jalan Pasar Kembang dibongkar  Rabu (5/7/2017). KOMPAS.com/Teuku Muh Guci SPetugas ‎PT Kereta Api Indonesia (KA) Daop VI Yogyakarta membongkar sejumlah kios di selatan Stasiun Tugu atau tepatnya di Jalan Pasar Kembang dibongkar Rabu (5/7/2017).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 70 kios di selatan Stasiun Tugu atau tepatnya di Jalan Pasar Kembang dibongkar PT Kereta Api Indonesia (KA) Daop VI Yogyakarta, Rabu (5/7/2017).

Kios-kios yang berjualan makanan, pulsa, dan lainnya itu dibongkar lantaran berdiri di atas tanah milik PT KA.

"Mereka tidak punya izin dari kami dan ilegal," kata Manajer Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, di sela pembongkaran kios.

Selain ilegal, Eko mengatakan, pembongkaran kios itu juga upaya penataan bagian selatan Stasiun Tugu. Sebab, kata dia, Jalan Pasar Kembang itu masih tak enak dipandang meski sudah berdiri hotel-hotel bagus di sepanjang jalan.

"Jalan Pasar Kembang ini terkenal kumuh, padahal Malioboro sendiri sudah bagus untuk pedestrian," ucap Eko.

(Baca juga: Pedagang di Stasiun Tugu Pasrah Lapaknya Ditertibkan PT KAI)

Eko menambahkan, Stasiun Tugu itu juga merupakan bagian dari kawasan Malioboro yang saat ini terus ditata. Itu mengapa pihaknya berupaya menata Stasiun Tugu terutama di bagian selatan untuk mewujudkan Yogyakarta berhati nyaman.

"Lokasi dibongkarnya kios itu nanti dibangun jalur pedestrian," tutur Eko.

Adapun jalur pedestrian yang dibangun itu nanti memiliki lebar lima meter. Pedestrian sepanjang 800 meter itu dibangun mulai dari pertigaan Jalan Gandekan Lor sampai Jalan Malioboro.

"Pejalan kaki nanti bisa nyaman dan lalu lintas Tidak macet. Kereta api dan stasiun juga nampak," ujar Eko.

Eko mengatakan, rencana pembongkaran kios sudah tercetus sejak 1990. Menurutnya, waktu itu upaya pembongkaran belum begitu serius lantaran kawasan Malioboro juga belum tertata seperti saat ini.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mendagri Minta 11 Pemkab di Papua Segera Cairkan NPHD Pilkada 2020

Mendagri Minta 11 Pemkab di Papua Segera Cairkan NPHD Pilkada 2020

Regional
Pedagang Positif Corona, 2 Pasar Tradisional di Kabupaten Sitaro Ditutup

Pedagang Positif Corona, 2 Pasar Tradisional di Kabupaten Sitaro Ditutup

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 10 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 10 Juli 2020

Regional
Mari Bantu Anaya dan Inaya, Bayi Kembar Siam dengan 1 Hati, Butuh Biaya Operasi Rp 1 Miliar

Mari Bantu Anaya dan Inaya, Bayi Kembar Siam dengan 1 Hati, Butuh Biaya Operasi Rp 1 Miliar

Regional
2 Petugas Medis di Bandung Positif Covid-19, Tracing hingga ke Sumedang

2 Petugas Medis di Bandung Positif Covid-19, Tracing hingga ke Sumedang

Regional
Curhat Anak Almarhum Pasien Covid-19 yang Buka APD dan Peluk Ayahnya di Ruang Isolasi

Curhat Anak Almarhum Pasien Covid-19 yang Buka APD dan Peluk Ayahnya di Ruang Isolasi

Regional
Chef Arnold Ngamuk di Twitter Tagihan Listrik Membengkak 4 Kali Lipat, Ini Penjelasan PLN

Chef Arnold Ngamuk di Twitter Tagihan Listrik Membengkak 4 Kali Lipat, Ini Penjelasan PLN

Regional
Terkait Klaster Secapa AD, Ridwan Kamil: Warga Tidak Boleh Menolak Diperiksa

Terkait Klaster Secapa AD, Ridwan Kamil: Warga Tidak Boleh Menolak Diperiksa

Regional
Mencuri Bawang untuk Bayar Rapid Test

Mencuri Bawang untuk Bayar Rapid Test

Regional
Mengenal 'Wong Kalang', Suku Asli Jawa, Hidup Nomaden dari Hutan ke Hutan

Mengenal "Wong Kalang", Suku Asli Jawa, Hidup Nomaden dari Hutan ke Hutan

Regional
PPDB 2020, Jumlah Calon Siswa SMA Swasta Semarang Merosot hingga 60 Persen

PPDB 2020, Jumlah Calon Siswa SMA Swasta Semarang Merosot hingga 60 Persen

Regional
Sasar Klaster Industri, Gugus Tugas Jabar Sediakan 2.000 Swab Test PCR

Sasar Klaster Industri, Gugus Tugas Jabar Sediakan 2.000 Swab Test PCR

Regional
'Saya Angkat Sendiri Jenazah Adik dari Ember, Kondisinya Sudah Kaku'

"Saya Angkat Sendiri Jenazah Adik dari Ember, Kondisinya Sudah Kaku"

Regional
Pemprov Bali Cairkan Insentif Rp 3,7 M untuk Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Pemprov Bali Cairkan Insentif Rp 3,7 M untuk Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Regional
Puluhan Orang Berburu Harta Karun Makam Kuno 'Wong Kalang' di Hutan Blora

Puluhan Orang Berburu Harta Karun Makam Kuno "Wong Kalang" di Hutan Blora

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X