Korban Semburan Lumpur dari Kawah Sileri Dieng Capai 20 Orang

Kompas.com - 02/07/2017, 22:19 WIB
Kondisi penanganan korban yang terdampak semburan lumpur di Kawah Sileri Dieng di kawasan Desa Kepakisan Batur, Banjarnegara, Minggu (2/7/2017). dok. BPBD BanjarnegaraKondisi penanganan korban yang terdampak semburan lumpur di Kawah Sileri Dieng di kawasan Desa Kepakisan Batur, Banjarnegara, Minggu (2/7/2017).
|
EditorCaroline Damanik

BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Kawah Sileri di kompleks obyek wisata Dieng Plateau, Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Banjarnegara, menyemburkan lumpur setinggi 200 meter, Minggu (2/7/2017) siang.

Material lumpur dan kerikil terlontar dari dalamnya, sedangkan asap putih pekat mengepul setinggi 50 meter ke udara.

Sedikitnya 20 korban yang berada di radius letupan terkena dampak langsung.

Kepanikan yang terjadi membuat suasana semakin tak terkendali. Masing-masing berusaha menyelamatkan diri sendiri.

(Baca jgua: Helikopter Basarnas yang Jatuh Berencana Bantu Korban Kawah Sileri Dienug

Bidan Puskesmas Batur, Yulianti, mengatakan, satu per satu korban dilarikan ke Puskesmas dalam kondisi penuh noda lumpur.

Warga di sekitar Puskesmas turut membantu. Mereka membawa baju bersih untuk mengganti pakaian para korban yang tersapu material lumpur.

"Total ada 20 korban yang terdampak langsung letupan kawah Sileri. Selain itu, ada lima korban tambahan karena kecelakaan waktu suasana panik, tiga di antaranya dirujuk ke RSUD karena luka yang cukup serius," katanya.

(Baca juga: Kawah Sileri Dieng Semburkan Lumpur 200 Meter, 10 Orang Luka-luka)

 

 

Kompas TV Kawasan Kawah Sileri dikabarkan meletus.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil | Acara Piodalan 'Dibubarkan' Warga

[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil | Acara Piodalan "Dibubarkan" Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X