Berenang di Danau Segara Anak Rinjani, Pendaki Asal Bali Meninggal

Kompas.com - 21/06/2017, 14:41 WIB
Proses evakuasi korban yang meninggal saat berenang di Danau Segara Anak oleh tim Basarnas. Dok Humas Basarnas Kantor SAR MataramProses evakuasi korban yang meninggal saat berenang di Danau Segara Anak oleh tim Basarnas.
|
EditorReni Susanti

MATARAM, KOMPAS.com - Wayan Suta Asmarajaya (45) pendaki asal Kintamani, Bali, meninggal dunia saat berenang di Danau Segara Anak yang berada di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Setelah dua hari menempuh perjalanan panjang dan medan sulit akhirnya tim gabungan dari Basarnas dan Potensi SAR berhasil mengevakuasi jasad Wayan Suta Asmarajaya (45) sampai pos 3 pendakian Rinjani, Desa Sembalun, Lombok Timur," terang Humas Basarnas Kantor SAR Mataram, Putu Cakra Negara.

Cakra menyebutkan, sebelumnya korban bersama 18 rekannya memulai pendakian pada Kamis (15/6/2017). Di hari Sabtu (17/6/2017) sekitar pukul 17.00 Wita, pria asal Bali ini berenang seorang diri di Danau Segara Anak, Gunung Rinjani.

(Baca juga: Pasca-erupsi Gunung Marapi, Delapan Pendaki Tersesat)


 

Ia berenang menggunakan alat apung ban dalam mobil. Namun tiba-tiba korban berteriak minta tolong. Rekan-rekan korban yang saat itu berada di tenda, segera keluar dan berupaya memberi pertolongan.

Karena jarak korban yang terlalu jauh dari daratan, membuat upaya pertolongan terlambat dan korban pun tenggelam.

Saat itu, pencarian sempat dilakukan oleh rekan-rekan korban dan para porter. Namun karena minim peralatan, usaha pencarian tersebut tidak membuahkan hasil.

Cakra menyebutkan, Basarnas Kantor SAR Mataram baru mendapat laporan dari intel Polda NTB, Minggu (18/6/2017) pukul 23.35 Wita.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Mataram, Nanang Sigit memerintahkan dua tim rescue dari Kantor SAR Mataram dan Pos SAR Khayangan, Lombok Timur, untuk melakukan pencarian.

(Baca juga: Cedera Kaki, Pendaki Gunung Sumbing Dievakuasi)

 

Setelah melakukan pendakian, Basarnas bersama potensi SAR tiba di TKP dan langsung melakukan pencarian. Korban berhasil ditemukan dalam kondisi mengapung tidak jauh dari lokasi kejadian, Selasa (20/6/2017) sekitar pukul 11.40 Wita.

Selanjutnya, tim segera mengevakuasi jenazah korban ke tepi Danau Segara Anak dan dievakuasi melalui jalur pendakian Sembalun. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X