Kompas.com - 09/06/2017, 14:16 WIB
Anak-anak menerima Kartu Identitas Anak di Kota Solo, Kamis (29/12/2016). Anggita MuslimahAnak-anak menerima Kartu Identitas Anak di Kota Solo, Kamis (29/12/2016).
|
EditorReni Susanti

YOGYAKARTA,KOMPAS.com- Kementerian Dalam Negeri mendorong anak di Indonesia memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Salah satu caranya, Pemda bekerjasama dengan perusahaan atau pengusaha untuk memberikan diskon pada anak pemegang KIA.

Direktur Pendaftaran Penduduk Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Drajat Wisnu Setiawan menyampaikan, hingga kini dari 514 kabupaten/kota, baru 110 Kabupaten/kota yang sudah menerbitkan kartu bagi anak di bawah 17 tahun ini.

"Target sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2016 lalu, (belum semua) karena memang kendala program baru, tidak ada target untuk selesainya," ujarnya ditemui di Pemkab Gunungkidul Jumat (9/6/2017).

Untuk pembuatan KIA, diserahkan ke masing-masing daerah. Pembiayaannya bisa menggunakan APBN maupun APBD. Untuk blanko sendiri Kemendagri memberikan insentif 20-30 persen dari total penduduk yang sudah memiliki akta kelahiran.

(Baca juga: 126.000 Anak di Kendal Akan Mendapatkan Kartu Identitas Anak)

 

Berbagai kemudahan yang diberikan bagi pemegang KIA, sambung Drajat, tergantung masing-masing daerah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, ada banyak manfaat yang diterima. Misal, anak-anak bisa mendapatkan diskon. Hal itu sudah diatur dalam Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak. Namun, pelaksanaannya sendiri ditentukan masing-masing daerah.

"Misalnya ibu bupati Gunungkidul bekerjasama dengan toko buku Gramedia. Harus ada kerja sama terlebih dahulu, sebelum KIA ini berfungsi untuk kartu diskon," beber Drajat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Gunungkidul, Eko Subiantoro menyampaikan, Pemkab Gunungkidul belum menganggarkan pembuatan KIA untuk tahun 2017.

"Insya Allah tahun 2018 sudah bisa dilaksanakan," tuturnya.

(Baca juga: Kebut Pengerjaan Kartu Identitas Anak, Pemkot Datangi Sekolah)

 

Upaya yang dilakukan yakni saat bayi baru lahir keluar rumah sakit, sudah bisa mendapatkan akta, Perubahan KK, dan KIA. "Kita bekerjasma dengan Disdikpora dan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas dan rumah bersalin," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.