Kasus Ibu Digugat Anaknya Rp 1,8 Miliar Bisa Batal Demi Hukum

Kompas.com - 07/06/2017, 15:34 WIB
Ahli hukum perdata Universitas Padjadjaran Prof DR H Mashudi SH MH saat memberikan keterangan di depan majelis hakim Rabu (07/06/2017) Kompas.com/Ari Maulana KarangAhli hukum perdata Universitas Padjadjaran Prof DR H Mashudi SH MH saat memberikan keterangan di depan majelis hakim Rabu (07/06/2017)
|
EditorErlangga Djumena

GARUT, KOMPAS.com - Kasus Siti Rokayah alias Amih, seorang ibu yang digugat oleh anak dan menantunya Yani dan Handoyo, senilai Rp 1,8 miliar bisa batal demi hukum karena banyak hal yang tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan Perdata.

Demikian guru besar ilmu hukum perdata Universitas Padjadjaran, Prof DR H Mashudi, SH MH, yang menjadi saksi ahli dalam persidangan kasus itu, di Pengadilan Negeri Garut, Rabu (7/6/2017).

Mashudi menyebutkan, sebagaimana diatur dalam pasal 1320 KUHAP, sebuah perjanjian tidak boleh bertentangan dengan kesusilaan dan perikemanusiaan yang disebut sebagai asas kepatutan. Agar tidak terjadi penyalahgunaan kedudukan yang lebih kuat menekan yang lebih lemah.

"Dalam pasal 1339, perjanjian tidak hanya mengikat apa yang tertulis dalam perjanjian, tapi juga diharuskan mentaati kepatutan, kebiasaan, dan undang-undang, jika bertentangan dengan kepatutan, maka batal demi hukum," katanya usai menjadi saksi ahli.

Baca juga: Pengacara Penggugat Orangtua Rp 1,8 Miliar Ancam Mundur jika Tak Berdamai

Selain itu, perjanjian yang dibuat oleh Amih juga dibuat tanpa ada sebab akibat yang jelas. Karena, sebenarnya yang berutang adalah anak Amih lainnya yaitu Asep Rohendi.

"Perjanjian yang dibuat tanpa ada sebab, juga batal demi hukum sebagaimana diatur dalam pasal 1335 KUHAP," sebutnya.

Ketentuan lain yang menurut Mashudi kasus gugatan tersebut harus batal demi hukum adalah dalam pasal 1226 KUHAP yang menegaskan bahwa perjanjian batal demi hukum jika penggugat wan prestasi.

Dia menilai, penggugat telah wanprestasi jika dikaitkan dengan pasal 104 KUHAP soal kewajiban alimentasi (pemberian nafkah berdasarkan hubungan keluarga), yang mengatur kewajiban orangtua pada anak dan sebaliknya.

"Kewajiban orangtua pada anaknya mulai dari mendidik, memberi makan hingga menikahkan, ada juga kewajiban anak saat orangtua saat orangtua sudah tua, bukan malah digugat, ini wanprestasi penggugat, makanya batal demi hukum," jelasnya.

Baca juga: Tangis Pembantu Ibu yang Digugat Anaknya Rp 1,8 M Pecah di Pengadilan



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Covid-19 Meninggal Setelah Kabur dari Rumah Sakit, Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Pasien Covid-19 Meninggal Setelah Kabur dari Rumah Sakit, Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Regional
Pura-pura Jadi Pembeli, Eks Karyawan Toko Emas Rampok Perhiasan Senilai 170 Juta

Pura-pura Jadi Pembeli, Eks Karyawan Toko Emas Rampok Perhiasan Senilai 170 Juta

Regional
Gubernur Sulsel Tunjuk 7 Pjs Gantikan Bupati yang Cuti Kampanye, Ini Rinciannya...

Gubernur Sulsel Tunjuk 7 Pjs Gantikan Bupati yang Cuti Kampanye, Ini Rinciannya...

Regional
Kota Malang Masih Zona Merah, Jalan Ijen Ditutup Saat Akhir Pekan

Kota Malang Masih Zona Merah, Jalan Ijen Ditutup Saat Akhir Pekan

Regional
Temukan Wanita Pingsan di Pinggir Sungai, Bukannya Ditolong Malah Diperkosa 5 Pria

Temukan Wanita Pingsan di Pinggir Sungai, Bukannya Ditolong Malah Diperkosa 5 Pria

Regional
3 Tenaga Medis Positif Covid-19, Layanan IGD RS Abdul Manap Jambi Ditutup

3 Tenaga Medis Positif Covid-19, Layanan IGD RS Abdul Manap Jambi Ditutup

Regional
Bupati Serang dan Pandeglang Cuti Kampanye, Wagub Banten Tunjuk 2 Pjs

Bupati Serang dan Pandeglang Cuti Kampanye, Wagub Banten Tunjuk 2 Pjs

Regional
Ketua PN Lubuk Basung Sumbar Meninggal karena Tenggelam di Kolam Renang

Ketua PN Lubuk Basung Sumbar Meninggal karena Tenggelam di Kolam Renang

Regional
Kasus Positif Covid-19 di Riau Bertambah 263 dan Sembuh 195 Orang

Kasus Positif Covid-19 di Riau Bertambah 263 dan Sembuh 195 Orang

Regional
Sekda Bener Meriah dan Istrinya Positif Covid-19, Jalani Karantina Mandiri

Sekda Bener Meriah dan Istrinya Positif Covid-19, Jalani Karantina Mandiri

Regional
Seorang Wanita Tewas usai Diperkosa 5 Pria di Pinggir Sungai

Seorang Wanita Tewas usai Diperkosa 5 Pria di Pinggir Sungai

Regional
Menangis dan Celana Berlumuran Darah Saat Tiba di Rumah, Bocah SD Ini Mengaku Dicabuli Tetangga

Menangis dan Celana Berlumuran Darah Saat Tiba di Rumah, Bocah SD Ini Mengaku Dicabuli Tetangga

Regional
Gegara Kata 'Nyawiji', Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Wonogiri Gagal

Gegara Kata "Nyawiji", Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Wonogiri Gagal

Regional
Cegah Covid-19, Pemkot Surabaya Mulai Lakukan Tes Swab di Pondok Pesantren

Cegah Covid-19, Pemkot Surabaya Mulai Lakukan Tes Swab di Pondok Pesantren

Regional
Seorang ASN Kesbangpol Kudus Positif Covid-19, Sempat Ikut Rapat di Kantor

Seorang ASN Kesbangpol Kudus Positif Covid-19, Sempat Ikut Rapat di Kantor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X