Megawati Singgung soal Negara Islam saat Resmikan Patung Bung Karno

Kompas.com - 07/06/2017, 08:05 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri didampingi Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat saat menghadiri tarawih bersama dan peringatan Hari Lahir Soekarno di Makam Bung Karno, Kota Blitar, Senin (5/6/2017) malam KOMPAS.com / Andi HartikKetua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri didampingi Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat saat menghadiri tarawih bersama dan peringatan Hari Lahir Soekarno di Makam Bung Karno, Kota Blitar, Senin (5/6/2017) malam
|
EditorFarid Assifa

BLITAR, KOMPAS.com - Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri menyinggung upaya sejumlah pihak yang mencita-citakan berdirinya negara Islam atau khilafah di Indonesia dalam pidatonya saat meresmikan patung Bung Karno di Kota Blitar, Selasa (6/6/2017).

Megawati mempertanyakan pola pikir sejumlah pihak yang mengupayakan berdirinya negara Islam tersebut.

"Gimana sih, pikirannya mau gimana. Mau mendirikan negara Islam, orang kenyataannya tidak bisa kok. Kenyataan bukan ilusi, kenyataan," katanya.

Baca juga: Cerita Megawati soal Adanya Upaya Menghilangkan Pemikiran Soekarno

Dikatakan Megawati, Indonesia merupakan negara yang beragam. Terdiri dari beribu pulau dan bermacam-macam suku serta agama. Karenanya, bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku tidak bisa dijadikan sebagai bangsa yang seragam.

"Karena kita ini memang dari sananya terdiri dari beribu kepulauan. Bukan satu. Artinya yang ada di dalamnya juga beribu macam. Suku bangsanya, agamanya, tumbuhannya saja beda-beda. Hewannya saja beda-beda," jelasnya.

Ia mengaku tidak bisa membayangkan jika Tuhan menciptakan dunia dengan seragam. Termasuk manusia dan tanaman.

Hal itu menurut Megawati menjadi perumpamaan yang tepat bahwa keberagaman itu merupakan sebuah keniscayaan.

"Saya bilang dengan Pak Said Aqil (ketua umum PBNU), dengan Ketua Umum Muhammadiyah. Pak mungkin saya salah, bisa bapak bayangkan tidak kalau Gusti Allah maringi semuanya sama. Manusianya sama. Kabeh karepe elek, elek kabeh (semua inginnya jelek, jelek semua). Gimana hayo apa tidak dunia ini sepi," katanya.

"Kalau tanaman umpamanya cabai saja, semua orang makan cabai. Nggak loro wetenge (tidak sakit perutnya). Sangat simpel, ini pikiran apa, pikiran jernih. Makanya yang di atas itu (Tuhan) dengan segala mahanya membuat kehidupan ini untuk punya dinamika, untuk punya variasi. Makanya dibuat macam-macam," lanjut Megawati.

Baca juga: Di Makam Bung Karno, Megawati Kibarkan Merah Putih dan Minta Kadernya Solid

Putri Proklamator Kemerdekaan Indonesia Soekarno itu mengaku heran dengan adanya upaya sejumlah pihak untuk menjadikan Indonesia seragam. Padahal, menurutnya, tidak ada satu pun bagian di dunia ini yang seragam.

"Kok tidak dipikirkan ya. Nggak dipikirkan, kok terus maunya satu, piye yo (gimana ya). Di bagian belahan dunia mana saja tidak ada yang seragam," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PN Surabaya Minta PT Antam Bayar 1,1 Ton Emas kepada Budi Said, Begini Duduk Perkaranya

PN Surabaya Minta PT Antam Bayar 1,1 Ton Emas kepada Budi Said, Begini Duduk Perkaranya

Regional
1.598 Warga Semarang Kedapatan Langgar Aturan PPKM, 115 Unit Usaha Disegel

1.598 Warga Semarang Kedapatan Langgar Aturan PPKM, 115 Unit Usaha Disegel

Regional
Prostitusi Online Berkedok Spa di Bandung, Pelaku Beralasan Terdampak Pandemi

Prostitusi Online Berkedok Spa di Bandung, Pelaku Beralasan Terdampak Pandemi

Regional
Masuk Zona Merah Covid-19, Bupati Ponorogo Segera Terapkan PPKM

Masuk Zona Merah Covid-19, Bupati Ponorogo Segera Terapkan PPKM

Regional
Kata Bupati Pati soal Fotonya Tak Kenakan Masker di Acara Pernikahan Viral

Kata Bupati Pati soal Fotonya Tak Kenakan Masker di Acara Pernikahan Viral

Regional
Pria yang Buat Status Facebook soal Tabrak Lari Flyover Manahan Minta Maaf

Pria yang Buat Status Facebook soal Tabrak Lari Flyover Manahan Minta Maaf

Regional
Anak Perempuan yang Tewas Terbungkus di Subang Mengenakan Baju Worms Zone

Anak Perempuan yang Tewas Terbungkus di Subang Mengenakan Baju Worms Zone

Regional
Ada ASN yang Positif Covid-19, Pemkab Bangkalan Tutup 11 Kantor OPD

Ada ASN yang Positif Covid-19, Pemkab Bangkalan Tutup 11 Kantor OPD

Regional
Hujan Es dan Puting Beliung Terjadi di Kabupaten Cianjur

Hujan Es dan Puting Beliung Terjadi di Kabupaten Cianjur

Regional
Iming-iming Paket Internet, Pria Ini Cabuli Anak Tetangganya yang Berusia 8 Tahun

Iming-iming Paket Internet, Pria Ini Cabuli Anak Tetangganya yang Berusia 8 Tahun

Regional
Pengungsi Korban Gempa Sulbar Mulai Berdatangan ke Makassar

Pengungsi Korban Gempa Sulbar Mulai Berdatangan ke Makassar

Regional
Kronologi Bus Jurusan Magetan-Jakarta Tabrak Warung, Pemilik Tertimpa Etalase

Kronologi Bus Jurusan Magetan-Jakarta Tabrak Warung, Pemilik Tertimpa Etalase

Regional
Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, 3 Warga Ditetapkan sebagai Tersangka

Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, 3 Warga Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
Sebagian Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Sleman Sudah Pulang

Sebagian Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Sleman Sudah Pulang

Regional
4 Fakta Mobil Jokowi Terjang Banjir di Kalsel, Tinjau Jembatan Putus dan Sampaikan Duka Cita

4 Fakta Mobil Jokowi Terjang Banjir di Kalsel, Tinjau Jembatan Putus dan Sampaikan Duka Cita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X