"Aneh, Sertifikat Tanah BPN Kalah oleh Bukti Pembelian 2 Kerbau pada Masa Lampau"

Kompas.com - 31/05/2017, 19:41 WIB
Mukhlisin (Kopiah Putih) saat ditemui di rumahnya di Dusun Nongko, RT 06 RW 09, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (18/5/2017). KOMPAS.com/Puthut Dwi PutrantoMukhlisin (Kopiah Putih) saat ditemui di rumahnya di Dusun Nongko, RT 06 RW 09, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (18/5/2017).

GROBOGAN, KOMPAS.com - Konflik internal menyoal kasus sengketa tanah dalam sebuah keluarga petani di Dusun Nongko, RT 06 RW 09, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menuai perhatian dari berbagai kalangan. 

Mereka berharap agar proses pengkajian permohonan banding di tingkat Pengadilan Tinggi nantinya bisa tuntas seadil-adilnya tanpa harus merugikan tergugat maupun penggugat.

Ketua LSM Gemadika Grobogan, Edy Tegoeh Joelijanto, mengatakan, proses perebutan hak tanah keluarga besar Mukhlisin (62) dengan Subari (76) yang tak lain adalah adik angkat ibunda Mukhlisin sendiri dinilainya sarat akan penyimpangan hukum.

Tegoeh pun menyebut, mencuatnya permasalahan ini ke publik justru secara kasat mata atau di luar perkiraan telah memicu "geger genjik" (keributan yang luar biasa) antara dua lembaga pemerintah yang berwenang.

Sebagai tergugat, yakni Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), dalam hal ini Kantor Pertanahan Kabupaten Grobogan, merasa terinjak-injak lantaran legalitas sertifikat tanah yang diterbitkan mentah di fakta persidangan.

Baca juga: Perjuangan Mukhlisin Pertahankan Hak Tanah yang "Termentahkan" oleh 2 Ekor Kerbau

Namun di sisi lain, upaya permohonan banding dari pihak ATR/BPN untuk mempertahankan keabsahan data sertifikat tanah secara tak langsung dianggap telah menodai keputusan final Majelis Hakim Pengadilan Negeri Purwodadi.

Tak digubrisnya validitas data sertifikat tanah BPN praktis memicu keresahan di kalangan masyarakat. Masyarakat pun mulai mempertanyakan legalitas sertifikat tanah yang mereka miliki.

"Inilah sejatinya hukum di Indonesia. Tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Kasus sengketa tanah ini menjadi aneh ketika sertifikat tanah dari BPN tidak dianggap dan kalah dengan bukti pembelian dua ekor kerbau pada masa lampau yang tak jelas. Berarti semua sertifikat tanah yang dikeluarkan BPN bohong semua dong. Terus apa gunanya BPN, bubarkan saja kalau begitu," kata Tegoeh kepada Kompas.com, Selasa (31/5/2017).

Dimutasi

Hasil penelusuran pihaknya, belakangan ini muncul kejanggalan-kejanggalan ketika proses upaya permohonan banding para tergugat tengah berlangsung.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Regional
Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Regional
Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Regional
Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Regional
Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Regional
Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Regional
Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Regional
Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Regional
Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Regional
Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Regional
Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Regional
Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Regional
Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Regional
Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X