Tim Gabungan Polri Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Rp 13 Miliar

Kompas.com - 29/05/2017, 21:05 WIB
Cara mengukur panjang karapas lobster, kepiting, dan rajungan. KOMPAS.COMCara mengukur panjang karapas lobster, kepiting, dan rajungan.
|
EditorFarid Assifa

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Tim gabungan Mabes Polri dan tim Karantina ikan menggagalkan penyelundupan 6.500 benih lobster di Penyeberangan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan pada Kamis (25/5/2017) lalu.

Benih lobster dikemas ke dalam kotak styrofoam dan diangkut menggunakan jasa travel untuk dibawa ke Palembang dan diekspor ke Singapura.

Baca juga: Warga Pangkalpinang Tangkap Ribuan Lobster yang "Mabuk" di Sungai

Subdit IV Dit Tipidter Bareskrim Polri, KBP Pipit Rismanto mengatakan, benih lobster tersebut senilai Rp 13 miliar.

"Barang ini berasal dari Jawa mau dibawa ke Palembang melewati Pelabuhan Bakauheni," kata Pipit Rismanto, Senin (29/5/2017).

Tim melakukan pengembangan atas penangkapan minibus bermuatan benih lobster tersebut.

"Hasilnya kami menemukan ada gudang di Lampung Tengah dan kami mendapat keterangan baru saja memberangkatkan benih lobster ke Singapura lewat jalur laut," ujarnya.

Dalam peraturan Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2016 dilarang menangkap dan melintasi lobster ukuran tertentu. Lobster baru boleh diperjualbelikan apabila telah mencapai berat lebih dari 200 gram.

"Nah, ini kan masih dalam bentuk benih," tutupnya.

Baca juga: Napi Lapas Tangerang Selundupkan 28.350 Benih Lobster

Atas hasil tangkapan tersebut, tim gabungan melepasliarkan benih lobster ke Pesisir Kabupaten Lampung Selatan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Regional
Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Regional
Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Regional
Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Regional
Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X