Mereka Bekerja di Akar Rumput demi Toleransi...

Kompas.com - 22/05/2017, 19:00 WIB
Koordinator jaringan Gusdurian, Alissa Wahid diselacara Halaqah atau Kajian bertajuk Menyelamatkan Pesantren dan Nahdliyyah dari Jebakan Korupsi di Pondok Pesantren Edi Mancoro, Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Senin (28/3/2016). Kompas.com/ Syahrul MunirKoordinator jaringan Gusdurian, Alissa Wahid diselacara Halaqah atau Kajian bertajuk Menyelamatkan Pesantren dan Nahdliyyah dari Jebakan Korupsi di Pondok Pesantren Edi Mancoro, Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Senin (28/3/2016).
EditorCaroline Damanik

KOMPAS.com - Kegundahan terlihat di wajah Alissa Wahid, putri pertama presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid. Ia berujar dengan lirih dan pelan, namun penuh tekanan.

”Yuk, mari, kita bersama dengan komunitas-komunitas berbuat sesuatu untuk menguatkan lagi kebinekaan, merawat persaudaraan, dan meneguhkan kebangsaan.” Sebuah obrolan sore di Griya Gus Dur, Jakarta, pada akhir pekan lalu itu tidak saja hangat, tetapi juga penuh semangat.

Alissa sebagai Koordinator Umum Jaringan Gusdurian tidak saja mengajak komunitas Gusdurian yang sekarang ada di lebih dari 100 kota/kabupaten di Indonesia, tetapi semua komunitas masyarakat yang mengusung ghiroh kebangsaan. Baginya, masyarakat sipil harus menjadi perekat keretakan dalam keberagamaan dan keragaman yang ternodai oleh karut-marut politik.

Semua anggota komunitas Gusdurian yang lintas suku bangsa, usia, dan agama itu berkarya dengan sukarela. Komunitas diperbolehkan menerima dana dari masyarakat dalam bentuk donasi atau kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat untuk menghidupi program. Namun, anggota komunitas dilarang berpolitik praktis dan berkegiatan untuk tujuan politik praktis dengan membawa nama Gusdurian.


Komunitas Gusdurian, yang embrionya muncul beberapa bulan setelah Gus Dur wafat pada 30 Desember 2009, kini sudah menyebar ke sejumlah daerah. Komunitas Gusdurian Banyumas, misalnya, Sabtu (20/5) lalu menggelar acara Bangkitlah Indonesiaku untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional di Alun-alun Kota Purwokerto, Jawa Tengah. Acaranya flash mob Goyang Maumere, parade lagu-lagu nasional, pidato kebangsaan, dan doa bersama lintas iman.

Manajer Media Sekretariat Nasional Gusdurian Heru Prasetia menggambarkan banyaknya kegiatan yang dilakukan komunitas-komunitas di daerah. ”Beberapa hari lalu ada diskusi di Bojonegoro. Tanggal 23 Mei ini bincang tentang Pancasila di Kebumen. Rabu pekan lalu ada kongko bareng Gusdurian Bone di STAIN Watampone, Sulawesi Selatan,” katanya sambil mencontek Instagram.

Gusdurian fokus pada pemberdayaan masyarakat, penguatan masyarakat sipil, diseminasi gagasan Gus Dur, produksi pemimpin sosial melalui program pengembangan kapasitas, serta advokasi pada isu-isu strategis.

Menolak terkotak

Upaya menyemai rasa persatuan di tengah kebinekaan juga didengungkan oleh sejumlah komunitas anak muda lainnya dengan berbagai cara.

Seperti di satu sudut Kafe Antalogi, Yogyakarta, pertengahan Mei lalu, sejumlah anak muda dengan ditemani dua piring roti, sekotak bakpia, dan bergelas-gelas kopi bersenda-gurau sembari duduk melingkar mengitari sebuah meja kayu. Di atas meja itu, beragam buku bertumpuk. Mereka ini anggota Klub Baca Buku Jogja.

Sore itu mereka membaca buku Hari-hari Terakhir Bersama Soeharto karangan Emha Ainun Nadjib. Karin (20) membacakan satu bab berjudul ”Indonesia Bangsa Paling Kuat”, yang menyerukan optimisme agar rakyat Indonesia menggalang persatuan, tanpa pandang bulu, demi mengasah anak panah perubahan. Perjuangan membangun bangsa adalah perjalanan panjang.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencemaran di Sungai Avur, Jombang, Diduga dari Pabrik Kertas

Pencemaran di Sungai Avur, Jombang, Diduga dari Pabrik Kertas

Regional
Petugas Masih Berupaya Evakuasi Kereta Api yang Terguling di Blora

Petugas Masih Berupaya Evakuasi Kereta Api yang Terguling di Blora

Regional
Aniaya PSK karena Tak Mau Bayar Usai Berkencan, Pria Ini Kabur Sambil Telanjang

Aniaya PSK karena Tak Mau Bayar Usai Berkencan, Pria Ini Kabur Sambil Telanjang

Regional
Pemkot Surabaya Cairkan Anggaran Pilkada Tahap Pertama Sebesar Rp 1 Miliar

Pemkot Surabaya Cairkan Anggaran Pilkada Tahap Pertama Sebesar Rp 1 Miliar

Regional
Kisah Kakak Beradik 18 Tahun Alami Kulit Melepuh jika Kena Matahari, Sempat Minta Dibunuh

Kisah Kakak Beradik 18 Tahun Alami Kulit Melepuh jika Kena Matahari, Sempat Minta Dibunuh

Regional
Menristek Tantang ITB Rancang Transportasi Kota Bandung Berbasis Kereta

Menristek Tantang ITB Rancang Transportasi Kota Bandung Berbasis Kereta

Regional
Proyek PLTA Jatigede Capai 73 Persen, September 2020 Siap Beroperasi

Proyek PLTA Jatigede Capai 73 Persen, September 2020 Siap Beroperasi

Regional
Oknum Guru SMP Pendamping Olimpiade Sains yang Cabuli Siswinya di Hotel Berstatus Honorer

Oknum Guru SMP Pendamping Olimpiade Sains yang Cabuli Siswinya di Hotel Berstatus Honorer

Regional
Kasus Bayi Penderita Hydrocephalus, RSUD dr Soetomo Fokus Perbaiki Status Gizinya

Kasus Bayi Penderita Hydrocephalus, RSUD dr Soetomo Fokus Perbaiki Status Gizinya

Regional
Ini Alasan Jaksa KPK Tuntut Mantan Kepala Imigrasi Mataram 7 Tahun Penjara

Ini Alasan Jaksa KPK Tuntut Mantan Kepala Imigrasi Mataram 7 Tahun Penjara

Regional
Mau Bertarung di Pilkada Sumbar, Dibutuhkan 'Isi Tas' Minimal Rp 30 Miliar

Mau Bertarung di Pilkada Sumbar, Dibutuhkan "Isi Tas" Minimal Rp 30 Miliar

Regional
Antisipasi Telur Mengandung Dioksin, Pengusaha Tahu di Sidoarjo Mulai Tinggalkan Bahan Bakar Plastik

Antisipasi Telur Mengandung Dioksin, Pengusaha Tahu di Sidoarjo Mulai Tinggalkan Bahan Bakar Plastik

Regional
Kronologi Bus yang Bawa Siswa SMA Terlibat Tabrakan Beruntun

Kronologi Bus yang Bawa Siswa SMA Terlibat Tabrakan Beruntun

Regional
Program Mensos: Satu Kabupaten/Kota Berdiri Dua Puskessos

Program Mensos: Satu Kabupaten/Kota Berdiri Dua Puskessos

Regional
Festival Mlaku Mlaku Nang Tunjungan Surabaya, Suguhkan Aneka Kuliner dari 240 UMKM

Festival Mlaku Mlaku Nang Tunjungan Surabaya, Suguhkan Aneka Kuliner dari 240 UMKM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X