Kompas.com - 20/05/2017, 12:36 WIB
Afi saat diwawancarai sejumlah wartawan di Kantor Pemda Banyuwangi Kamis (18/5) KOMPAS.COM/Ira RachmawatiAfi saat diwawancarai sejumlah wartawan di Kantor Pemda Banyuwangi Kamis (18/5)
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta

JAKARTA, KOMPAS.com - Asa Firda Inayah, pemilik akun Facebook Afi Nihaya Faradisa yang viral karena statusnya yang inspiratif, mengaku pernah menjadi salah satu administrator grup pembongkar hoax terbesar di Indonesia.

Pengakuan tersebut pernah dia tulis di status Facebook miliknya pada 29 November 2016.

"Saya ada admin yang paling muda usianya. Ada beberapa admin yang berlatar belakang pekerjaan yang berbeda-beda. Kami tidak pernah bertemu, tetapi selalu berdiskusi di dunia maya lewat chatting," kata Afi Kepada Kompas.com Kamis (18/5/2017).

Terkait keterlibatannya di grup tersebut, Afi mengaku ditawari oleh salah satu administrator dan langsung menerimanya. Ini menjadi pengalaman luar biasa bagi Afi.

"Saya bisa belajar karena di balik isu hoax ada kepentingan besar dan kita ini secara tidak sadar dimanfaatkan oleh kepentingan tersebut," kata dia. 

(Baca juga: Dari Nama Asa Menjadi Afi...)

Sebagai administrator grup, Afi menggunakan akun Facebook yang berbeda. Ia tidak menggunakan akun yang dipakainya sehari-hari.

Hal itu dilakukannya untuk menghindari serangan-serangan dari orang yang tidak menyukai statusnya.

"Ada kawan saya yang ganti akun sampai 13 kali karena ada yang bobol. Jadi saat akun atas nama Afi sempat tidak bisa dibuka saya berusaha tenang walaupun galau juga sih," kata dia sambil tertawa.

Ketertarikan Afi akan menulis sudah terlihat sejak dia masih duduk di bangku SMP. Saat itu, dia menulis di buku harian dan catatan pertama di buku hariannya tertanggal Rabu 14 Mei 2015.

Saat ini, dia masih menyimpan empat buku tebal yang merupakan buku hariannya dan ditulis dengan tangan.

Untuk menulis status-status yang viral di media sosial, Afi hanya memanfaatkan ponsel Android miliknya. Dia mengatakan, jika menulis di laptop atau komputer, idenya justru tidak keluar.

"Saya pakai ponsel yang harganya murah. Dulu beli second 600.000. Sepanjang apa pun statusnya, saya ngetik-nya ya pakai handphone ini," katanya sambil menunjukkan ponsel berwarna hitam miliknya.

(Baca juga: Cerita Ayah Afi Nihaya yang Sempat Khawatir Anaknya Aktif di Medsos)

Sejak statusnya viral di dunia maya, Afi terpaksa menonaktifkan pemberitahuan atau notifikasi pada akunnya.

Maklum, bunyi notifikasi itu sangat mengganggu. Dalam satu jam, bisa ada ratusan pemberitahuan.

"Juga ada ribuan pesan yang belum terbaca karena terlalu banyak. Isinya macam-macam yang mau kenala sampai ancaman. Semua saya baca satu satu kalau pas ada waktu. Kalau yang kira-kira penting ya saya balas. Jadi minta maaf kalau ada yang tidak kebalas. Banyak banget soalnya," tutur Afi.

Kompas TV Simak perbincangan dengan Asa Firda Inayah, penulis di media sosial yang menjadi viral.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.