Kompas.com - 04/05/2017, 08:08 WIB
Gubenrur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau ruang sekolah yang rusak di SDN1 Mlowokarangtalun, Grobogan, seusai peringatan Hardiknas, Selasa (2/5/2017) Kompascom/Nazar NurdinGubenrur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau ruang sekolah yang rusak di SDN1 Mlowokarangtalun, Grobogan, seusai peringatan Hardiknas, Selasa (2/5/2017)
|
EditorErlangga Djumena

UNGARAN, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku pernah memecat seorang PNS di lingkungan Pemprov Jawa Tengah lantaran dua kali tertangkap tangan mengonsumsi narkoba. Ganjar menolak usulan hukuman menurunkan pangkat terhadap PNS tersebut.

Hal itu dikatakan Ganjar saat menjadi pembicara utama dalam acara sarasehan "Pondok Pesantren Pelopor Anti Narkoba, Radikalisme dan Terorisme" di Ponpes Al Huda Dusun Petak Desa Sidoharjo Susukan, Kabupaten Semarang, Rabu (3/5/2017) siang.

"Kalau sudah dua kali itu residivis namanya. Maka saya menolak usulan hukuman menurunkan pangkat dan langsung saya pecat," kata Ganjar.

Menurut dia, saat ini peredaran narkoba semakin meluas dengan berbagai cara yang samar. Di antaranya dengan memasukkan narkoba ke dalam berbagai bentuk makanan atau jajanan sehingga lebih mudah dikonsumsi.

Untuk itu dirinya mengajak kalangan pesantren, mulai dari para pendidiknya hingga para santri untuk bersatu padu memerangi penyalahgunaan narkoba.

"Selain dicampurkan dalam berbagai bentuk makanan, narkoba juga semakin murah dan mudah dijangkau oleh berbagai kalangan," ucapnya

Kemudahan mendapatkan narkoba ini, lanjutnya, sangat merugikan masyarakat luas. Sebab berbagai tindak kejahatan seperti pencurian dan pembunuhan berawal dari penyalahgunaan narkoba.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pihaknya mengharapkan para santri untuk membekali diri dengan ilmu pengetahuan agama dan kecakapan hidup yang memadai. Dengan demikian, para santri nantinya dapat mandiri secara ekonomi dan memiliki akhlak yang baik.

"Kalau sudah mandiri, sejahtera, maka akan bisa bertahan terhadap berbagai godaan termasuk penyalahgunaan narkoba," tambahnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Jateng Susanto mengatakan, pihaknya sudah lama mengendus adanya penyalahgunaan narkoba di kalangan santri. Tidak hanya sebagai pengguna, dari kalangan santri ini juga ada yang diindikasikan sebagai pengedar. Namun saat diminta menyebut nama pondok pesantren tersebut, ia enggan membeberkannya.

"Kalau pecandu sudah ada dan kita rehabilitasi. Sedangkan untuk pengedar masih terus kita dalami. Kita sudah bentuk satgas anti narkoba untuk menyelidiki dan mencari tahu kemungkinan penyebarannya," kata Susanto dalam sarasehan yang diikuti para ulama, habaib,  dan para santri se eks Karesidenan Semarang ini.

Susanto menambahkan, selama ini pihaknya terus memfasilitasi pembentukan BNN Kabupaten/Kota di Jawa Tenfah. Saat ini baru ada lima Kabupaten/Kota yang telah membentuk BNN yakni Kendal, Batang, Tegal, Banyumas, Purbalingga, Cilacap dan Temanggung.

"Terakhir ini ada lima nominasi yang akan dibentuk. Salah satunya adalah Surakarta karena wilayah ini rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba," kata Susanto.

Baca juga: Panglima TNI: Komandan Harus Pecat Prajurit yang Terkena Kasus Narkoba

Kompas TV Banyak pihak yang menyindir Ganjar Pranowo terkait masalah ini dan menyampaikan melalui media sosial. Apa reaksi Gubernur Jawa Tengah ini?



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.