Kompas.com - 03/05/2017, 11:32 WIB
Ilustrasi pornografi anak KOMPAS/Didie SWIlustrasi pornografi anak
|
EditorReni Susanti

UNGARAN, KOMPAS.com - Sekitar 80 persen kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia merupakan kekerasan seksual yang dipicu faktor kemudahan mengakses konten pornografi.

Ironisnya, konten tak pantas ini beberapa kali terungkap masuk ke dalam buku-buku pelajaran sekolah.

Menurut Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Hasan, penyebaran konten pornografi yang kini marak menyasar lingkungan pendidikan sangat memprihatinkan.

Sebab, pornografi merupakan penyumbang terbesar tindak kekerasan terhadap anak di Indonesia.

"Kami mencatat kasus kekerasan terhadap anak masih sangat tinggi. Lebih memprihatinkan lagi, 80 persen merupakan kekerasan seksual yang dipicu kemudahan mengakses pornografi," kata Hasan di Ungaran, Selasa (2/5/2017).

(Baca juga: Menteri PPAA: 25.000 Aktivitas Pornografi Anak Per Hari di Indonesia)

Hasan mengungkapkan, ada upaya yang sengaja meracuni lingkungan pendidikan dengan memasukkan konten- konten pornografi. Di antaranya, melalui buku pelajaran sekolah seperti yang pernah beberapa kali terungkap.

Upaya lainnya adalah melalui penjualan gambar, film, VCD, maupun buku-buku cerita dengan konten pornografi di kalangan pelajar. Apalagi dengan kemudahan penyedia informasi secara daring, konten pornografi semakin mudah didapatkan.

"Antar sesama siswa bisa saling bertukar film atau konten pornografi, hanya dengan transfer antar flashdisk ataupun ponsel semakin mudah," tandasnya.

Penyebaran konten- konten pornografi di kalangan pelajar ini bertujuan agar pelajar kecanduan pornografi. Parahnya, orangtua maupun lingkungan terdekat tidak mampu mengontrol pemanfaatan internet maupun ponsel yang digunakan anak- anaknya.

"Maka yang terjadi, anak-anak semakin akrab dengan pornografi," tandasnya.

(Baca juga: Tinggal 1 Kos, Anak-anak Buruh Tiru "Adegan Dewasa" Orangtuanya)

 

Karena itu, ia mengajak semua pihak mendorong terwujudnya regulasi yang lebih tegas dalam membatasi kemudahan akses pornografi. Ia juga mengajak masyarakat lebih peduli melalui berbagai penyuluhan bahaya pornografi hingga lingkungan masyarakat terkecil.

"Pemerintah terus konsisten melakukan pemblokiran situs-situs yang mengandung pornografi. Tapi jumlah situs juga semakin tidak sedikit. Untuk itu peran serta masyarakat diperlukan untuk menangkal upaya penyebaran konten pornografi di generasi muda," tegasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X