Diserang Gajah Saat Memberi Makan, Pemilik Levi Rafting Bali Tewas

Kompas.com - 28/04/2017, 16:45 WIB
Mahot atau pawang sedang memandikan gajah jinak di di Pusat Konservasi Gajah Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Senin (20/3/2017). Gajah-gajah di TNWK telah jinak dan sudah dilatih untuk membantu manusia. Salah satu kontribusi gajah-gajah ini adalah membantu mendamaikan jika terjadi konflik manusia dengan gajah-gajah liar. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGMahot atau pawang sedang memandikan gajah jinak di di Pusat Konservasi Gajah Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Senin (20/3/2017). Gajah-gajah di TNWK telah jinak dan sudah dilatih untuk membantu manusia. Salah satu kontribusi gajah-gajah ini adalah membantu mendamaikan jika terjadi konflik manusia dengan gajah-gajah liar.
|
EditorErlangga Djumena

DENPASAR, KOMPAS.com - I Nyoman Levi Suwitha (60), pemilik Bakas Levi Rafting tewas akibat serangan gajah pada Jumat (28/4/2017). Nahasnya, gajah tersebut adalah peliharaannya sendiri.

Bakas Levi Rafting memang bergerak di bidang penyedia jasa hiburan wisata di desa Bakas, Kecamatan Bajarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali. Salah satu paket yang ditawarkan adalah wisata gajah.

Kapolsek Bajarankan AKP Ni Luh Wirati saat dihubungi Kompas.com membenarkan Suwitha tewas akibat serangan gajah. "Betul, beliau meninggal karena serangan gajah," kata Wirati.  

Awlanya, sekitar pukul 10.20 Wita, Suwitha datang dari Denpasar dan langsung menuju kandang gajah jantan untuk memberi makan. Tiba-tiba gajah dari Lampung tersebut menyerang Suwitha.


Baca juga: Setelah 15 Tahun Tak Terdeteksi, Populasi Gajah Kembali Disurvei

Gajah langsung melilit korban menggunakan belalainya dan membanting korban hingga pingsan.

"Kejadiannya waktu kasih makan gajah," ujarnya.

Peristiwa ini disaksikan oleh dua karyawan yang bekerja di tempat tersebut yaitu I Made Suarta dan I Wayan mudiana.

"Saksinya ada dua orang, masih terus kami periksa," kata Wirati.

Korban sesungguhnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Klungkung. Namun nyawanya tidak tertolong.

Wirati menyebutkan pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap jenasah Suwitha. Tetapi pihak Rumah sakit tetap melakukan pemeriksaan.

"Tetap dilakukan pemeriksaan, ditemukan luka di sejumlah anggota tubuhnya," kata Wirati.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pihak keluarga korban Wiratha yang bisa dimintai keterangan. 

Baca juga: Gajah Dewasa Ditemukan Mati dengan Belalai Terpotong, Sang Bayi Tak Mau Beranjak

Kompas TV Di Sini, Gajah Jadi Satgas untuk Usir Gajah Liar Perusak

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Regional
Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Regional
Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Regional
Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Regional
5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

Regional
Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Regional
4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

Regional
4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

Regional
Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Regional
Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Regional
Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Regional
Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Regional
Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Regional
Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Regional
2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X