Kompas.com - 17/04/2017, 20:14 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (23/3/2017) KOMPAS. com/DENDI RAMDHANIWali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (23/3/2017)
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Pengamat politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf mengatakan, fenomena "Emil effect" menjelang Pilkada Kota Bandung 2018 bisa menimbulkan efek yang kurang baik untuk Wali Kota Bandung Ridwan Kamil

Menurut dia, ketika standar keinginan masyarakat untuk Wali Kota Bandung harus lebih baik dari Ridwan Kamil, maka akan banyak tokoh di Kota Bandung yang minder karena merasa tidak akan mampu berprestasi seperti Ridwan Kamil.

"Banyak orang akan inferior terhadap Emil. Menurut saya agak berbahaya dalam demokrasi seperti ini, Emil bisa jadi ge'er, bisa jadi besar kepala," ujar Asep di Hotel Mitra, Jalan WR Supratman, Kota Bandung, Senin (17/4/2017).

Baca juga: Pengamat: "Emil Effect" Buat Pilkada Kota Bandung 2018 Tidak Sehat

Asep meyakini masih ada tokoh-tokoh di Kota Bandung yang bisa lebih baik dari Ridwan Kamil dalam memimpin Kota Bandung. Hanya saja masih belum terekspose ke publik.

"Sebenarnya banyak, karena memang tidak pernah dipublikasi jadi seperti tidak pernah ada," ungkapnya.

Selain itu, Asep menilai, "Emil effect" menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh partai politik. Pasalnya, menurut survei Indonesia Strategic Institute, masyarakat juga menilai pemimpin Kota Bandung seperti Ridwan Kamil lahir bukan dari partai politik, melainkan dari kalangan profesional dan akademisi. 

"Ini menjadi beban partai karena Emil menjadi pilihan tak tertandingi, tak tersaingi, keunggulan semuanya Emil. Seolah menjadi penghalang bagi yang ingin maju," ucapnya. 

Selain itu, Asep menilai tidak ada tokoh-tokoh yang memiliki kapabilitas, elektabilitas, serta popularitas yang ditawarkan oleh partai politik. Untuk itu, lanjut Asep, mumpung Pilkada Kota Bandung masih satu tahun lebih, partai politik seharusnya bisa menyiapkan calon-calon Wali Kota Bandung mulai dari sekarang. 

Baca juga: Pilkada Kota Bandung, Farhan Akui Berat Ikuti Standar Ridwan Kamil

Tugas partai politik lainnya adalah mencari dan merekrut orang-orang dari akademisi dan profesional sesuai selera warga Kota Bandung saat ini. 

"Tugas partai memberikan penguatan kepada figur yang mungkin lebih baik dari Emil. Takarannya ada, tinggal mencari kiteria-kriteria ukuran Emil, yaitu kreatif, punya jaringan luas, jujur, maju, religius dan nyunda. Partai lebih mudah sebetulnya," tandasnya.

Kompas TV Kang Emil Lakukan Kampanye di Sukabumi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.