Ada Tol Laut, Warga Perbatasan Bisa Jual Hasil Bumi dengan Harga Tinggi

Kompas.com - 12/04/2017, 12:14 WIB
Kegiatan bongka muat Kapal tol laut yang sandar di Dermaga Sungai Pancang Sebatik Kabupaten Nunukan Kamis (30/3/2017). Disperindakop NunukanKegiatan bongka muat Kapal tol laut yang sandar di Dermaga Sungai Pancang Sebatik Kabupaten Nunukan Kamis (30/3/2017).
|
EditorFarid Assifa

NUNUKAN, KOMPAS.com – Keberadaan tol laut yang digagas presiden Jokowi mulai berdampak kepada masyarakat petani di wilayah perbatasan RI-Malaysia, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Biasanya mereka hanya mampu menjual hasil kebun mereka ke Negara Malaysia, namun dengan keberadan tol laut, petani bisa menawarkan hasil kebun mereka ke Surabaya.

Baca juga: Uji Coba, Kapal Tol Laut Hanya Bawa Air Mineral ke Perbatasan

Kepala Bagian Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan, Hasan Basri Mursali mengatakan, ada 4 komoditas dari wilayah perbatasan Sebatik yang secara kontinyu bisa dipasarkan di Surabaya melalui kapal tol laut.

"Kalau di Sebatik itu pisang, merica, rumput laut dan ikan. Empat ini yang akan kita jadikan unggulan untuk dikirim ke Surabaya,” ujarnya, Rabu (12/04/2017).

Hasan menambahkan, kapal tol laut yang akan datang minggu ini akan membawa komoditas rumput laut serta merica ke Surabaya. Biasanya, warga Sebatik menjual merica mereka di Tawau, Malaysia seharga Rp 120.000 per kilogram, namun kalau ke Surabaya harganya Rp 180.000 per kilogram.

“Kalau ke Surabaya ada yang berani 180.000 rupiah per kilo dibanding dijual ke Malaysia 120.000 rupiah. Karena harga bergantung kepada pedagang di Malaysia, tergantung angin mereka,” imbuhnya.

Meski demikian, keberadaan kapal tol laut saat ini belum bisa maksimal membawa kebutuhan pokok ke wilayah perbatasan Sebatik dan membawa komoditas hasil kebun warga.

Hal ini karena belum adanya pertemuan langsung antara pengusaha dari Surabaya dan pengusaha di Sebatik. Pulau Sebatik mendapat mendapat jadwal 2 kali dalam sebulan disandari kapal tol laut.

Baca juga: Program Tol Laut, Pemerintah Tambah 7 Rute dan 100 Kapal

Keberadaan tol laut diharapkan mampu menekan disparitas harga kebutuhan pokok di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang selama ini masih bergantung pemenuhan kebutuhan pokok kepada negara Malaysia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X