Besok, Seluruh Angkot di Kota Bandung Mogok

Kompas.com - 08/03/2017, 18:16 WIB
Tampilan angkot 08 yang menggantikan angkot 05 di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Selasa (3/11/2015). Tribun Jabar/Dony Indra RamadanTampilan angkot 08 yang menggantikan angkot 05 di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Selasa (3/11/2015).
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Seluruh angkutan kota alias angkot di Kota Bandung dipastikan bakal melakukan aksi mogok, Kamis (9/3/2017) besok.

Aksi mogok ini akan dilakukan oleh tiga koperasi angkot Bandung, yakni Koperasi Bandung Tertib (Kobanter) Baru, Koperasi Bina Usaha Transportasi Republik Indonesia (Kobutri), Koperasi angkutan masyarakat (Kopamas) serta Gabungan Pengemudi Taksi Bandung (GPTB).

"Besok (mogok) tetap jadi," kata Sekretaris Kobanter Baru, Ahmad Setiyadi saat dihubungi melalui ponselnya, Rabu (8/3/2017).

Selain mogok massal, para sopir angkot Bandung juga akan melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, dengan tujuan menolak keberadaan angkutan umum berbasis online yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 tentang operasional armada berbasis aplikasi online

"Intinya, anggota kami merasa terganggu masalah kesejahteraan dan kami ingin UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diberlakukan kembali," ucapnya.

Dalam surat edaran yang dibuat oleh Kobanter Baru, diimbau kepada seluruh pengusaha angkot Bandung untuk tidak beroperasi selama 24 jam dan memarkirkan kendaraan mereka di garasi masing-masing sebagai bentuk dukungan aksi.

Ahmad memastikan tidak ada aksi sweeping yang akan dilakukan peserta aksi angkot mogok dan unjuk rasa. 

"Satu trayek wajib ikut 10 unit. Yang tidak diikutsertakan simpan di garasi tidak boleh beroperasi," tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X