Jatim Tetapkan SPP Paling Murah Rp 60.000, Paling Mahal Rp 215.000

Kompas.com - 22/01/2017, 15:06 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemprov Jawa Timur mengatur standar biaya Sumbangan Pendanaan Pendidikan ( SPP) untuk jenjang sekolah menengah ke atas dan kejuruan negeri di Jawa Timur. Standar biaya SPP terendah Rp 60.000 per bulan, sementara tertinggi mencapai Rp 215.000 per bulan.

Standar SPP berdasarkan surat edaran Gubernur Jawa Timur nomor 120/71/101/2017 tentang SPP SMA dan SMK 2017 itu tidak sama setiap daerah, disesuaikan dengan kemampuan indeks daerah.

Ada tiga kategori SPP sekolah yang diatur dalam surat edaran itu, yakni SMA, SMK teknik, dan SMK non teknik. Biaya SPP termurah yakni untuk SMA negeri di Pacitan, Bondowoso, Pamekasan, dan Sampang, yakni Rp 60.000/bulan, sedangkan standar biaya SPP termahal mencapai Rp 215.000/bulan, yang hanya ditetapkan untuk SMK teknik di Surabaya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Saiful Rachman, mengatakan, standar nilai SPP itu bisa diubah.

"Bisa naik, bisa turun tapi tidak boleh banyak-banyak, sesuai dengan kesepakatan komite sekolah," katanya, Minggu (22/1/2017).

Standar tersebut, lanjut Saiful, sudah disesuaikan dengan kebutuhan dalam setahun. SMA di Surabaya misalnya, kebutuhan opersional dalam setahun mencapai Rp 3 juta per siswa.

"Jika mendapatkan BOS sebesar Rp 1,4 juta setahun, maka kekurangannya mencapai Rp 1,6 juta. Sehingga, SPP ditarik Rp 135.000," ucapnya.

Dia menegaskan, pungutan sekolah lainnya seperti uang gedung, daftar ulang, ujian, dan sebagaianya tidak dibebankan kepada siswa karena sudah ditanggung pemerintah provinsi, menyusul dialihkannya pengelolaan SMA-SMK dari kabupaten/kota ke provinsi.

"SPP digunakan untuk operasional sekolah termasuk membayar gaji guru tidak tetap," tuturnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorCaroline Damanik

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Kisruh Konfercab PDI-P Surabaya Berakhir, Adi Sutarwijono Dilantik Gantikan Wisnu Sakti Buana

Kisruh Konfercab PDI-P Surabaya Berakhir, Adi Sutarwijono Dilantik Gantikan Wisnu Sakti Buana

Regional
Bus Cadangan Pengantar Calon Jemaah Haji Senggol Pagar, 1 Tewas, 4 Terluka

Bus Cadangan Pengantar Calon Jemaah Haji Senggol Pagar, 1 Tewas, 4 Terluka

Regional
Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Beha Timur, Bupati Sitaro Keluarkan Imbauan

Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Beha Timur, Bupati Sitaro Keluarkan Imbauan

Regional
Buaya 2,5 Meter Ditangkap karena Kerap Muncul di Lokasi Pemandian Anak

Buaya 2,5 Meter Ditangkap karena Kerap Muncul di Lokasi Pemandian Anak

Regional
Di Berlin, Kualitas Manajemen Pemkot Semarang Diakui Dunia

Di Berlin, Kualitas Manajemen Pemkot Semarang Diakui Dunia

Regional
Kembali ke Lapas Sukamiskin, Begini Aktivitas Setya Novanto

Kembali ke Lapas Sukamiskin, Begini Aktivitas Setya Novanto

Regional
Struktur Mirip Fondasi Ditemukan di Situs Peninggalan Majapahit

Struktur Mirip Fondasi Ditemukan di Situs Peninggalan Majapahit

Regional
5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

Regional
Murid SD Diculik dan Dicabuli di Toilet SPBU di Pekanbaru

Murid SD Diculik dan Dicabuli di Toilet SPBU di Pekanbaru

Regional
Korban Gempa Bali dan Maluku Utara Dapat Bantuan Rp 15 Juta, Rumah Rusak Akan Diperbaiki

Korban Gempa Bali dan Maluku Utara Dapat Bantuan Rp 15 Juta, Rumah Rusak Akan Diperbaiki

Regional
Pengungsi Gempa di Maluku Utara Capai 3.104 Jiwa, Butuh Tikar dan Selimut

Pengungsi Gempa di Maluku Utara Capai 3.104 Jiwa, Butuh Tikar dan Selimut

Regional
Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

Regional
Hasil Investigasi: Ambruknya Tiang Penyangga Tol BORR karena 'Human Error'

Hasil Investigasi: Ambruknya Tiang Penyangga Tol BORR karena "Human Error"

Regional
Gerebek Pesta Sabu, Polisi di Palu Dilempari Batu dan Diacungi Senjata Tajam oleh Warga

Gerebek Pesta Sabu, Polisi di Palu Dilempari Batu dan Diacungi Senjata Tajam oleh Warga

Regional
Viral, Video Babi Berkeliaran Setelah Truk Pengangkutnya Terguling

Viral, Video Babi Berkeliaran Setelah Truk Pengangkutnya Terguling

Regional
Close Ads X