Polda Papua Selidiki Dugaan Ijazah Palsu Bupati Mimika

Kompas.com - 13/01/2017, 18:24 WIB
Kabid Humas Polda Papua A.M Kamal Fabio Maria Lopes CostaKabid Humas Polda Papua A.M Kamal
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAYAPURA, KOMPAS.com - Direktorat Kriminal Umum Polda Papua sementara menyelidiki dugaan penggunaan ijazah palsu SMP dan SMA oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng dalam pemilihan kepala daerah tahun 2014.

"Kasus ini dilaporkan seorang warga berinisial MA. Saat kami tengah menelusuri laporan tersebut dengan mengumpulkan barang-barang bukti," kata Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi AM Kamal di Jayapura, Jumat (13/1/2017).

Kamal mengatakan, penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Papua telah memanggil Eltinus untuk diperiksa.

"Dalam pemeriksaan, beliau mengaku bahwa menggunakan ijazah SMP dan SMA dari Jogjakarta. Namun, beliau tidak memberikan kedua ijazah tersebut kepada penyidik," kata Kamal.

Ia menyatakan, sebanyak lima orang telah diperiksa sebagai saksi terkait dugaan penggunaaan ijazah palsu oleh Eltinus.

"Salah satu saksi adalah pihak sekolah di Jayapura. Dari keterangan sejumlah saksi bahwa Eltinus tak pernah bersekolah di Jayapura," ujar Kamal.

Polisi akan menemui KPUD Mimika yang mengurus berkas pencalonan para kandidat bupati sebelum pelaksanaan pilkada.

Hal itu dibuktikan dengan pembentukan tim khusus Polda Papua untuk memeriksa KPUD Mimika.

KPUD Mimika menjadi saksi kunci untuk mengungkap ijazah yang digunakan Eltinus ketika mengikuti pencalonan bupati.

"Saat ini kami masih terkendala data karena kantor KPUD Mimika pernah terbakar," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X