Kompas.com - 09/01/2017, 16:31 WIB
|
EditorCaroline Damanik

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Aktivitas warga Dusun Blokgagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, terganggu dengan fenomena munculnya nyamuk hijau di tempat tinggal mereka.

Fenomena tersebut terjadi sejak November 2016 lalu. Nyamuk-nyamuk tersebut menempel di dinding rumah warga baik di bagian luar rumah dan bagian dalam.

"Nyamuknya kadang-kadang juga nempel di makanan, memang tidak digigit tapi cukup mengganggu. Kalau nempel di kulit gatal," ujar Purwati, warga Desa Karangdorio, Senin (9/1/2016).

Dia lalu menunjukkan dinding rumah bagian luar yang dipenuhi dengan nyamuk yang berwarna hijau. Menurut Purwati, dia sudah menyemprot obat nyamuk namun dampaknya tidak terlihat.

Dia akhirnya memilih menyiram dinding dengan air karena jika terus disemprot dengan obat nyamuk, penghuni rumah bisa sesak nafas.

"Tapi ya enggak lama, sebentar saja nyamuknya datang lagi," keluh ibu empat anak tersebut.

Dia juga menunjukkan pohon pepaya yang dipenuhi dengan nyamuk dengan kondisi daun menguning dan kering. Menurut dia, selama enam tahun tinggal di Desa Karangdoro, baru sekali ini menemukan fenomena nyamuk hijau di tempat tinggalnya.

Bukan hanya menyerang rumah warga, ribuan nyamuk juga ditemukan di bangunan sekolah seperti di SDN 2 Karangdaro.

Syamsul Arifin, Kepala Sekolah SDN 2 Karangdoro, menceritakan bahwa sudah hampir tiga bulan dinding gedung sekolah tersebut dipenuhi dengan nyamuk hijau.

Menurut dia, pihak sekolah sudah melaporkan ke pihak puskesmas dan petugas kesehatan sudah melakukan kunjungan serta penyemprotan di sekolah dan rumah warga.

"Kata petugas kesehatan yang datang ke sekolah, nyamuknya tidak berbahaya dan tidak mengisap darah tetapi tanaman. Karena itu disebut nyamuk hijau. Tapi walaupun sudah disemprot beberapa kali, ya tetap ada," ucapnya.

Walaupun tidak menggigit, fenomena nyamuk tersebut dinilai mengganggu kegiatan belajar dan mengajar siswa.

"Anak-anak kurang konsentrasi saat belajar dan sering mengeluh banyaknya nyamuk. Terutama di kolong-kolong meja. Masih belum tahu solusinya seperti apa. Ya paling kami di semprot obat nyamuk," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.