Tawuran di Polewali Mandar, Rumah dan Masjid Rusak Terkena Batu

Kompas.com - 05/01/2017, 08:42 WIB
Dua kelompok pemuda bertetanga dusun di polewali Mandar terlibat tauran kamis dinhari tadiu malam. Sebuah mobil dna motor rusak, serta sejumlah rumah da mesjid kaca-kacanya pecah terken alemparan batu. KOMPAS.ComDua kelompok pemuda bertetanga dusun di polewali Mandar terlibat tauran kamis dinhari tadiu malam. Sebuah mobil dna motor rusak, serta sejumlah rumah da mesjid kaca-kacanya pecah terken alemparan batu.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Dua kelompok pemuda beda kampung di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terlibat tawuran, Kamis (5/1/2017) dini hari.

Selain dua motor dan sebuah mobil rusak, tawuran itu juga mengakibatkan kerusakan pada rumah warga dan sebuah masjid.

Warga Desa Batetangga, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, panik ketika sekelompok pemuda yang diduga berasal dari Dusun Passembaran mendatangi Dusun Kanang dengan menggunakan sepeda motor.

Kelompok pendatang itu menyerang sekelompok pemuda di Dusun Kanang dan melempari kendaraan, rumah, serta sebuah masjid di lokasi kejadian.

Sejumlah warga yang kesal berusaha melawan. Mereka bahkan mencari pelaku di atas mobil yang telah diamankan polisi hingga suasana sempat memanas.

Akibat kejadian itu, sebuah mobil yang diparkir di depan garasi rumah warga dirusak pemuda yang diduga tengah mabuk. Kaca rumah dan masjid rusak terkena lemparan batu.

Sebuah sepeda motor milik pemuda yang diduga ikut dalam tawuran itu ditinggalkan pemiliknya ketika warga melakukan perlawanan balik. Sepeda motor itu jadi sasaran amuk massa.

Tak lama kemudian, polisi datang dan mengamankan sejumlah barang bukti, termmasuk batu-batu yang berserakan di jalan.

Raodah, salah satu saksi mata, menyebutkan bahwa sekelompok pemuda tiba-tiba datang dan menyerang warga di kampungnya. Mobil miliknya rusak akibat kejadian itu.

"Warga panik dan berhamburan karena tiba-tiba diserang sekelompok pemuda," ujar dia.

Peristiwa ini bukan pertama kali terjadi. Dalam setahun terakhir keributan antarpemuda dua kampung bertetangga ini sudah beberapa kali terjadi di desa tersebut.

Untuk mengantisipasi tawuran susulan, sejumlah aparat kepolisian disigakan di lokasi kejadian.

Kepala Polsek Binuang Iptu Ramli mengatakan telah mengatongi identitas sejumah pemuda yang terlibat dalam penyerangan itu. Kini polisi tengah mangejar pelaku penyerangan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Kolam Renang Air Panas di Garut Disegel Satgas Covid-19

3 Kolam Renang Air Panas di Garut Disegel Satgas Covid-19

Regional
KPU Akan Umumkan 16 Kepala Daerah Terpilih di Jawa Timur, Ini Rinciannya...

KPU Akan Umumkan 16 Kepala Daerah Terpilih di Jawa Timur, Ini Rinciannya...

Regional
Kakek Renta di Bandung Digugat Anaknya Rp 3 Miliar, Dedi Mulyadi Siap Bela

Kakek Renta di Bandung Digugat Anaknya Rp 3 Miliar, Dedi Mulyadi Siap Bela

Regional
Seorang Ibu Nekat Jadi Pengedar Sabu Setelah Dibujuk Anaknya yang Dipenjara, Ini Alasannya

Seorang Ibu Nekat Jadi Pengedar Sabu Setelah Dibujuk Anaknya yang Dipenjara, Ini Alasannya

Regional
Antisipasi Banjir Susulan, BPBD Kabupaten Bogor Bangun Tenda Darurat

Antisipasi Banjir Susulan, BPBD Kabupaten Bogor Bangun Tenda Darurat

Regional
Ruang Isolasi Penuh, RSUD Kota Madiun Sementara Tidak Terima Pasien Covid-19

Ruang Isolasi Penuh, RSUD Kota Madiun Sementara Tidak Terima Pasien Covid-19

Regional
Pengungsi Longsor Sumedang Butuh Makanan Siap Saji hingga Selimut

Pengungsi Longsor Sumedang Butuh Makanan Siap Saji hingga Selimut

Regional
Kristen Gray Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi, Tarifnya Rp 700.000

Kristen Gray Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi, Tarifnya Rp 700.000

Regional
Diguyur Hujan Semalaman, Puluhan Rumah di Batang Terendam Banjir

Diguyur Hujan Semalaman, Puluhan Rumah di Batang Terendam Banjir

Regional
UPDATE Gempa Sulbar: Korban Tewas Bertambah Jadi 89, 3 Orang Masih Hilang

UPDATE Gempa Sulbar: Korban Tewas Bertambah Jadi 89, 3 Orang Masih Hilang

Regional
Bahaya Banjir Susulan di Puncak Bogor, Warga Dilarang Kembali ke Rumah

Bahaya Banjir Susulan di Puncak Bogor, Warga Dilarang Kembali ke Rumah

Regional
Ponorogo Zona Merah Covid-19, Angka Kematian di Atas Rata-rata Nasional

Ponorogo Zona Merah Covid-19, Angka Kematian di Atas Rata-rata Nasional

Regional
Semua Kecamatan di Kabupaten Bogor Zona Merah

Semua Kecamatan di Kabupaten Bogor Zona Merah

Regional
Sebelum Dipulangkan, Pengungsi Konflik KKB Vs Aparat Keamanan Jalani Tes Kesehatan

Sebelum Dipulangkan, Pengungsi Konflik KKB Vs Aparat Keamanan Jalani Tes Kesehatan

Regional
Pengakuan Kristen Gray: Visa Tidak Overstay dan Tidak Bekerja Mencari Uang di Indonesia

Pengakuan Kristen Gray: Visa Tidak Overstay dan Tidak Bekerja Mencari Uang di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X