Kompas.com - 03/01/2017, 15:54 WIB
|
EditorFarid Assifa

UNGARAN, KOMPAS.com - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Semarang mengimbau masyarakat untuk melaporkan ke pihaknya jika menemuka ada tenaga kerja asing di daerah ini.

Imbauan itu disampaikan Kepala Disnaker Kabupaten Semarang Sumardjito, Selasa (3/1/2017).

Sumardjito mengaku baru-baru ini pihaknya melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah tempat usaha hiburan di kawasan wisata Bandungan, termasuk karaoke dan panti pijat, namun tidak ditemukan adanya tenaga kerja asing (TKA) yang dipekerjakan.

"Kita lakukan sampling di Bandungan. Hasilnya nihil," ungkap Kepala Disnaker Kabupaten Semarang Sumardjito, Selasa (3/1/2017).

Baca juga: Keimigrasian dan Kemenaker Diminta Transparan soal Data Tenaga Kerja Asing Ilegal

Ia berharap, masyarakat berperan aktif dalam mengawasi keberadaan TKA dan melaporkannya kepada pihak berwenang jika menemukan TKA ilegal. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan lantaran jumlah pegawai pengawas ketenagakerjaan yang dimiliki Disnaker sangat minim.

Sumardjito menyebutkan, saat ini di Disnaker Kabupaten Semarang hanya memiliki tiga pegawai pengawas ketenagakerjaan yang statusnya sebagai PNS Provinsi Jawa Tengah. Jumlah itu dinilai tidak ideal dibandingkan dengan jumlah TKA yang harus diawasi.

"Jumlahnya tidak proporsional, karena satu pegawai mengawasi sekitar 20 orang," lanjutnya.

Namun demikian, kewenangan masyarakat ditegaskan hanya sebatas melaporkan dan tidak boleh mengambil tindakan lebih jauh dari itu.

Selain Disnaker, lembaga lainnya yang menerima pengaduan terkait TKA adalah kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

"Ada kades di Tengaran yang minta juga dilapori adanya TKA, secara aturan tidak boleh," imbuhnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Penghargaan dalam 4 Tahun, Bukti Kekompakan Bupati dan Wabup Banyuasin

70 Penghargaan dalam 4 Tahun, Bukti Kekompakan Bupati dan Wabup Banyuasin

Regional
Ekonomi Jateng Capai 5,66 Persen pada Kuartal II-2022, Ganjar: Ini Kerja Kolektif

Ekonomi Jateng Capai 5,66 Persen pada Kuartal II-2022, Ganjar: Ini Kerja Kolektif

Regional
Tak Punya Wisata Alam, Kabupaten OKI Percaya Diri Unggulkan Wisata Budaya

Tak Punya Wisata Alam, Kabupaten OKI Percaya Diri Unggulkan Wisata Budaya

Regional
Walkot Ridho Sebut “Fokus” Jadi Kunci Keberhasilan Program Kerja Pemkot Prabumulih

Walkot Ridho Sebut “Fokus” Jadi Kunci Keberhasilan Program Kerja Pemkot Prabumulih

Regional
Kinerja Ekonomi Jatim Triwulan II 2022 Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional

Kinerja Ekonomi Jatim Triwulan II 2022 Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional

Regional
Semarakkan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Gubernur Syamsuar Bagikan Bendera Merah Putih di Riau

Semarakkan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Gubernur Syamsuar Bagikan Bendera Merah Putih di Riau

Regional
Rayakan HUT Ke-828, Kabupaten Trenggalek Gelar Festival Kesenian Jaranan 2022

Rayakan HUT Ke-828, Kabupaten Trenggalek Gelar Festival Kesenian Jaranan 2022

Regional
Wujudkan Sumsel Maju untuk Semua, Pemprov Sumsel Fokus Pada 6 Prioritas Daerah

Wujudkan Sumsel Maju untuk Semua, Pemprov Sumsel Fokus Pada 6 Prioritas Daerah

Regional
Stunting di Musi Banyuasin Terus Menurun, Bupati Apriyadi Paparkan Strateginya

Stunting di Musi Banyuasin Terus Menurun, Bupati Apriyadi Paparkan Strateginya

Regional
Dukung Penurunan Stunting, Walkot Mahdi Gelar Acara “Rembuk Stunting Kota Metro 2022”

Dukung Penurunan Stunting, Walkot Mahdi Gelar Acara “Rembuk Stunting Kota Metro 2022”

Regional
Terbuka untuk Umum, Ini Rangkaian Acara Hari Jadi Ke-65 Provinsi Riau

Terbuka untuk Umum, Ini Rangkaian Acara Hari Jadi Ke-65 Provinsi Riau

Regional
Pluralisme di Sekolah Negeri di Jogjakarta

Pluralisme di Sekolah Negeri di Jogjakarta

Regional
Miliki Ribuan Spot WiFi Gratis, Madiun Dikukuhkan sebagai Desa Sensor Mandiri Pertama di Indonesia

Miliki Ribuan Spot WiFi Gratis, Madiun Dikukuhkan sebagai Desa Sensor Mandiri Pertama di Indonesia

Regional
Walkot Makassar Gandeng Asian Development Bank Pulihkan Ekonomi Pascapandemi

Walkot Makassar Gandeng Asian Development Bank Pulihkan Ekonomi Pascapandemi

Regional
Putrinya Dibiayai Kuliah S2, Satu Keluarga dari Papua Ucapkan Terima Kasih kepada Ganjar

Putrinya Dibiayai Kuliah S2, Satu Keluarga dari Papua Ucapkan Terima Kasih kepada Ganjar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.