Pertama di Indonesia, Bandung Luncurkan Akta Kelahiran Braille

Kompas.com - 28/12/2016, 12:48 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat menyerahkan akta kelahiran braile kepada penyandang tunanetra di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu (28/12/2016). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Kontributor Bandung, Dendi RamdhaniWali Kota Bandung Ridwan Kamil saat menyerahkan akta kelahiran braile kepada penyandang tunanetra di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu (28/12/2016). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
|
EditorErlangga Djumena

BANDUNG, KOMPAS.com - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung meluncurkan akta kelahiran bertuliskan huruf braille bagi para penyandang tunanetra. Program ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, program itu digagas untuk mempermudah para tunanetra dalam membaca dokumen kependudukannya.

"Kedua, inovasi yang diapresiasi adalah kita membuat akta kelahiran braille sehingga warga tunanetra bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik dengan dokumen yang sesuai dengan dunia tunanetranya," ucap Ridwan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu (28/12/2016).

Kepala Disdukcapil Kota Bandung, Popong W. Nuraeni menuturkan, untuk termin pertama, pihaknya menyetak 400 akta kelahiran braille bagi 400 penyandang tunanetra di Bandung.

"Itu awalnya terbesit dari obrolan teman-teman saat lembur, ada berapa sih tunanetra di Kota Bandung, kita koordinasi dengan Dinsos ternyata ada 400-an. Kita berpikir, ini orang yang tidak bisa membaca walaupun punya akta kelahiran tapi mereka tidak bisa baca bagaimana namanya ditulis. Akhirnya kita buatkan saja akta braillenya," tutur Popong.

Ide itu pun langsung disampaikan kepada Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil. Gagasan itu pun langsung direspons positif oleh pemerintah pusat.

"Kita lapor, Pak Dirjen juga berkenan, Bahkan Ibu Mensos Khofifah minta sekalian dengan KTP braillenya tapi memerlukan sesuatu pemikiran yang luar biasa. Kami hanya bisa mencetuskan akta braillenya saja. Insya Allah ini baru satu di Indonesia," ucapnya.

Popong menjelaskan, para penyandang tunanetra nantinya akan memiliki akta kelahiran berstandar nasional didampingi dengan akta braille.

"Berlaku mulai hari ini. Fasilitas sudah disiapkan, mesin braille, kertas braille sudah ada, dalam mengoreksi benar tidaknya penulisan kita berkoordinasi dengan Yayasan Wyataguna. Proses tanpa biaya, gratis. Pembuatannya gak lama maksimal 8 hari kerja," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Regional
Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Regional
Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Regional
Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Regional
Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Regional
Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang  Pertama Kali Terapkan 'Local Lockdown' di Tanah Air

Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang Pertama Kali Terapkan "Local Lockdown" di Tanah Air

Regional
Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Regional
Namanya Dicatut untuk FWB, Nora Istri Jerinx Lapor ke Polda Bali

Namanya Dicatut untuk FWB, Nora Istri Jerinx Lapor ke Polda Bali

Regional
Satgas Covid-19 Babel Berlakukan Patroli, Pejabat Tak Taat Prokes Kena Denda hingga Rp 10 Juta

Satgas Covid-19 Babel Berlakukan Patroli, Pejabat Tak Taat Prokes Kena Denda hingga Rp 10 Juta

Regional
Setahun Pandemi,  Pasien Covid-19 di RS Rasidin Padang Menurun, Layanan Umum Kembali Dibuka

Setahun Pandemi, Pasien Covid-19 di RS Rasidin Padang Menurun, Layanan Umum Kembali Dibuka

Regional
172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

Regional
Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Regional
Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Regional
Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X