Kompas.com - 26/12/2016, 13:41 WIB
Ilustrasi anak KompasIlustrasi anak
|
EditorFidel Ali

MEDAN, KOMPAS.com - Status "Darurat Perlindungan Anak" yang disandang Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sejak 2014 ternyata tidak membuat situasi perlindungan anak di 2015 dan 2016 menjadi lebih baik.

Jaringan Perlindungan Anak (JPA) Sumatera Utara mencatat, anak-anak yang berhadapan dengan hukum baik sebagai korban, pelaku dan saksi mencapai 331 anak.

Dibandingkan dengan laporan kasus pada 2015, mengalami peningkatan sekitar 33 persen. Kekerasan seksual terhadap anak masih mendominasi jenis kekerasan terhadap anak yaitu 52 persen, yaitu 69 kasus yang dialami anak perempuan dan 6 anak laki-laki.

Namun untuk kekerasan fisik, 31 anak laki-laki menjadi korbannya, sementara perempuan 12 anak. Sementara untuk anak menjadi pelaku, didominasi laki-laki sebanyak 67 orang.

"Kami sebagai warga Sumut perlu perhatian khusus dari pemerintah dan konsistensi perundang-undangan mengenai penyelenggaraan perlindungan anak. Diperlukan pengaturan tentang pencegahan dan penanganan anak dari kekerasan, eksploitasi, penelantaran di semua situasi kehidupan anak di Sumut," kata Direktur Eksekutif PKPA Misran Lubis, Senin (26/12/2016).

Menurut Misran, sangat penting ada regulasi dan program pemerintah provinsi, kabupaten dan kota yang didukung anggaran yang responsif hak anak. Juga kebijakan penguatan organisasi masyarakat sipil/lembaga sosial penggiat anak melalui sistem subsidi anggaran dari APBD dan pendampingan.

"Perlu pelibatan dan pemberdayaan sektor industri, bisnis dan swasta lainnya untuk mengambil bagian secara signifikan dalam melindungi anak-anak melalui skema kebijakan global Children Right and Bussines Principle," tegasnya.

Sementara itu, di tempat berbeda, ratusan anak dan elemen peduli anak dan perempuan berkampanye "Three Ends" yaitu akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia dan akhiri kesenjangan ekonomi. Kegiatan ditandai dengan pelepasan balon oleh setiap anak yang hadir.

Gubernur Sumatera Utara H T Erry Nuradi mengajak seluruh komponen bangsa melaksanakan kewajiban dan tanggungjawab sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak.

"Pelaku kejahatan seksual banyak melibatkan orang-orang terdekat dan mengenal kebiasaan anak. Kita harus ekstra ketat melindungi dan memberikan pemahaman kepada anak untuk menghindari terjadinya kejahatan seksual," ujarnya.

Kekerasan bisa diminimalisir, lanjut dia, bila dilakukan secara bersama. Seperti meningkatkan kepedulian masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak melalui desa ramah anak dan sekolah ramah anak. (Baca: Menteri Yohana Siapkan Pusat Data Kekerasan Seksual terhadap Anak)

Strategi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) tersebut saat ini sedang dikembangkan di empat desa yaitu Desa Bingkat dan Desa Terjun di Kabupaten Serdang Bedagai dan Desa Sambirejo dan Daluk Sepuluh di Kabupaten Deliserdang.

Pemerintah Provinsi Sumut akhir 2016 telah menandatangani MoU dengan 33 kabupaten dan kota se Sumut dalam hal mengembangkan kebijakan kabupaten dan kota layak anak. Harapannya capaian pembangunan dan kesejahteraan perlindungan anak meningkat.

"Saya mengajak kita semua memelihara komitmen untuk memenuhi hak dan melindungi anak agar cita-cita menyiapkan generasi unggul dan berdaya saing dapat terwujud," tegas Erry.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X