Kompas.com - 18/12/2016, 05:39 WIB
Sekitar 400 warga pengungsi syiah asal Sampang, Madura merayakan peringatan Maulud Nabi di Rusun Jemundo, Kabupaten Sidoarjo hari Sabtu (17/12). Perayaan sempat dipindah dari rencana semula Masjid Rusun Jemundo ke kompleks rusun untuk mengantisipasi kerawanan. Namun peringatan berjalan lancar. Kompas/ dody wisnu pribadiSekitar 400 warga pengungsi syiah asal Sampang, Madura merayakan peringatan Maulud Nabi di Rusun Jemundo, Kabupaten Sidoarjo hari Sabtu (17/12). Perayaan sempat dipindah dari rencana semula Masjid Rusun Jemundo ke kompleks rusun untuk mengantisipasi kerawanan. Namun peringatan berjalan lancar.
|
EditorErlangga Djumena

SURABAYA, KOMPAS.com – Sekitar 400 orang warga Syiah yang sedang mengungsi di Rumah Susun Jemundo, Sidoarjo, Jawa Timur, merayakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, atau disebut Maulud Nabi, Sabtu (17/12/2016). Perayaan berlangsung amat sederhana berupa acara pengajian dan permainan musik hadrah ( rebana).

Belasan aparat kepolisian Polres Sidoarjo tampak berjaga-jaga di pintu gerbang Rusun Jemundo. Perayaan sempat dipindahkan dari semula berencana hendak dilaksanakan di Masjid Rusun Jemundo, kemudian di pindah di halaman parkir dengan memasang tenda-tenda.

Pemimpin warga Syiah di Jemundo, ustaz Tajul Muluk memimpin acara peringatan Maulud Nabi, dengan memimpin doa.

Ia menyatakan tak ada tekanan pihak luar lainnya terhadap kegiatan ini.

“Bapak polisi sudut pandangnya kan keamanan. Ya kami turuti saja. Izin kegiatan di dalam masjid ada, namun kami terlanjur menyewa tenda dan pengeras suara untuk acara yang kami pindah ke dalam kompleks rusun,” katanya.

Tajul mengatakan, pihaknya ingin pulang kembali ke kampungnya di Sampang, setelah empat tahun mengungsi di Jemundo.

Ia menegaskan, 400-an warga Syiah Sampang merupakan warga NKRI  yang berhak dan bebas tinggal di kampung halamannya sebagaimana warga lainnya.

Peringatan Maulud Nabi memilih mengambil tema “Nusantara Bersatu Tanpa SARA” menghadirkan penceramah ustaz Habib Abdillah. Acara berjalan tertib dan khidmat meskipun serba sederhana.

Warga Syiah yang berasal dari Kabupaten Sampang, Madura itu menggunakan ikat kepala merah putih.

Peringatan juga dihadiri beberapa warga Syiah Jawa Timur lainnya, di antaranya dari Sidoarjo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Regional
Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.