Tim Dokter Siapkan Mata Buatan untuk Tutik, Pasien Sumbing Wajah

Kompas.com - 16/12/2016, 20:42 WIB
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menjenguk Tutik di RSU Airlangga Surabaya, Selasa (23/8/2016). Kontributor Surabaya, Achmad FaizalWakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menjenguk Tutik di RSU Airlangga Surabaya, Selasa (23/8/2016).
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com - Tim rekonstruksi pasien sumbing wajah Rumah Sakit Universitas Negeri Airlangga (Unair) akan memberi Tutik Handayani (16) mata buatan.

Warga Desa Urang Gantung, Kecamatan Sukodono, Lumajang, Jawa Timur, itu buta sejak ditangani di RS Unair, Agustus lalu.

"Sejak ditangani tim, Tutik sudah tidak bisa melihat, tim sedang mempersiapkan mata palsu atau mata buatan," kata salah satu tim rekonstruksi pasien sumbing wajah, dr Indri Lakhsmi Putri, Jumat (16/12/2016).

Baca juga: Pengobatan Pasien Sumbing Wajah Ditanggung Unair


Kamis kemarin, Tutik menjalani operasi kedua selama 10 jam. Dalam operasi tersebut dilakukan pengambilan tulang pinggul untuk menambal tulang wajah yang berbentuk kurang sempurna.

Selain itu, tim dokter juga mengambil gigi-gigi yang tumbuh di tempat yang tidak seharusnya.

Tutik, kata Indri, mengalami sumbing wajah atau facial cleft. Kelainan yang dialami gadis ini tergolong langka karena biasanya sumbing terjadi pada bibir. 

Sumbing yang dialami Tutik memanjang tidak hanya di bibir, tetapi sampai ke wajah hingga membuat matanya buta.

"Dalam bahasa medis, Tutik disebut mengalami ketidaksesuaian malaformasi kongenital bentuk pada tengkorak dan wajah, dan berkembang ke dalam berbagai bentuk," jelasnya. 

Baca juga: Perbedaan Operasi pada Gadis Sumbing Wajah dengan Lisa "Face Off"

Kejadian malaformasi kongenital terjadi pada 1 dari 33 kelahiran. Sumbing wajah bisa melebar hingga ke daerah sekitar mulut dan hidung hingga jaringan lunak dan tulang pada dagu, mata, telinga, kening, dan dapat sampai ke batas rambut.

Penanganan operasi wajah pada Tutik, diakui Indri, relatif sulit karena terlambat ditangani. Tutik baru dibawa ke rumah sakit ketika usianya sudah menginjak 16 tahun. 

Karena kelainan wajah yang dialaminya, Tutik tidak pernah mengenyam pendidikan bangku sekolah hingga berusia 16 tahun.

Baca juga: 16 Tahun Tak Keluar Rumah, Gadis Sumbing Wajah Ingin Bersekolah

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Regional
Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Regional
Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Regional
Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Regional
Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Regional
Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Regional
Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Regional
Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Regional
Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Regional
Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Regional
Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Regional
Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Regional
103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

Regional
Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Regional
Muncul Gerakan 'Save Babi', Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Muncul Gerakan "Save Babi", Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X